Siapa
mengendalikan siapa?
Saya
belajar hal ini dari Michael Neill, seorang NLP Master Trainer.
Epictetus yang hidup di abad I mengatakan bahwa "Kebahagiaan
dan kebebasan seyogyanya diawali dari sebuah pengertian
yang jelas akan sebuah prinsip bahwa beberapa hal bisa Anda
kendalikan dan beberapa lainnya diluar kendali Anda"
Saya
setuju.
Beberapa hal yang bisa kita kendalikan (kontrol) antara
lain adalah:
1) Apa yang kita lakukan
atau tidak kita lakukan
2) Apa yang kita katakan atau tidak kita katakan
3) Apa yang kita fokuskan
4) Apa yang kita anggap penting
5) Apa yang kita ijinkan dan apa yang kita tolak
Beberapa
hal yang tidak bisa kita kendalikan antara lain:
1) Apa yang kita rasakan
2) Bagaimana pikiran melintas di benak kita
3) Apa yang terjadi pada diri kita
4) Apa yang orang lain pikirkan, lakukan atau katakan
5) Apa yang terjadi di dunia
Beberapa
hal yang bisa kita pengaruhi antara lain adalah:
1) Apa yang kita rasakan
2) Orang-orang lain di sekitar kita
3) Lingkungan sekitar kita
4) Ekonomi, budaya, dan sosial
Satu hal yang
tidak bisa kita pengaruhi adalah:
Dari paparan
di atas tampak bahwa betapa sedikit hal yang bisa kita kendalikan
langsung, antara lain: sikap, kata-kata, pilihan-pilihan
serta aksi-aksi kita, dan betapa besar yang bisa kita pengaruhi,
mulai dari lingkungan kecil kita sampai pada dunia global.
Anda tentu paham maksud saya kalau Anda membayangkan Barack
Obama. Orang ini begitu berpengaruh besar pada dunia, sementara
beberapa orang dari kita hanya meninggalkan jejak-jejak
kecil saja di dunia ini.
Michael mengambil
sebuah contoh tentang wawancara Charlie Jones dengan para
pedayung di Olympiade 1996. Setiap kali Charlie mengajukan
pertanyaan tentang sesuatu diluar kendali mereka, misalkan:
cuaca, kekuatan dan kelemahan lawannya atau sesuatu yang
mungkin saja bermasalah selama pertandingan, para pedayung
profesional ini menjawab: "Itu diluar perahu
saya (artinya diluar kendali mereka)"
Dengan menolak
untuk memfokuskan pada hal-hal diluar kendali mereka, para
atlit pedayung ini mampu mengoptimalkan semua sumberdaya
yang mereka miliki dan dalam kendali mereka - apa saja,
mulai dari kebugaran fisik, mental sampai aksi-aksi yang
mereka ambil dalam persiapan serta pertandingan yang sesungguhnya.
Michael mengatakan,
"Dengan memfokuskan benar-benar pada apa yang ada dalam
'perahu' saya - tidak hanya meningkatkan efektifitas saya
- tapi juga mengurangi tingkat stress saya secara signifikan"
Yang ini pun saya setuju.
Seperti kata
salah seorang pemain baseball legendaris Mickey Rivers,
"I'm not going to worry about the things I can't
control, because if I can't control them there's no point
in worrying about them; and I'm not going to worry about
the things I can control, because if I can control them
there's no point in worrying about them." ("Saya
tidak akan mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa saya
kendalikan, karena kalau saya tidak dapat mengendalikannya
percuma saja saya mengkhawatirkannya; dan saya tidak akan
mengkhawatirkan hal-hal yang bisa saya kendalikan, karena
kalau saya dapat mengendalikannya percuma saja saya mengkhawatirkannya.")
Ini juga saya setuju.
Michael memberi
PR pada saya (dan juga Anda semua tentunya):
Tanyakan pada diri kita
sendiri. Apa yang sesungguhnya bisa kita kendalikan, pada
satu titik dimana kita bisa membuatnya menjadi kenyataan
atau tidak? Apa yang tidak dapat kita kendalikan? Apa
yang dapat kita pengaruhi, baik langsung maupun tidak
langsung? Apa yang kita tidak punya kapasitas untuk mempengaruhinya?
Bersenang-senanglah dengan
selembar kertas dan sebuah pena. Untuk setiap hal yang
tidak bisa kita kendalikan, tuliskanlah apa yang bisa
kita kendalikan yang secara positif akan mempengaruhi
dunia sekitar kita. Misalkan: Kita tidak bisa mengendalikan
berat badan kita, tapi kita dapat mengendalikan porsi
makanan yang kita asup dan seberapa banyak olah raga yang
ingin kita lakukan. Kita tidak bisa mengendalikan kelakukan
anak-anak kita, namun kita bisa mengendalikan apa yang
kita katakan, kapan kita mengatakannya, dan apa respon
kita terhadap kelakuannya. Kita tidak bisa mengendalikan
hasil dari klien-klien kita, namun kita bisa mengendalikan
lingkungan yang kita ciptakan pada mereka selama sesi
berlangsung dan tugas-tugas yang kita berikan diantara
sesi-sesi tersebut.
Lakukan selama seminggu.
Selama kurun waktu tersebut kita hanya berfokus pada hal-hal
yang berada dalam kendali kita dan perhatikan apa yang
terjadi. Kalau kita mendapatkan diri kita membuang waktu
untuk sesuatu 'diluar perahu' kita, bergegaslah untuk
masuk ke dalam perahu dan teruskan mendayung.
Saya sangat setuju. Anda setuju?
Thank's a lot Michael!
Sumber:
Materi
dibawakan dalam NLP Practice Group (komunitas alumni NLP
Certification Program), tanggal 28 Maret 2009.