Apakah
anda penganut prinsip 3 S (Simple, Speed, Strong)? Artinya:
Sesederhana mungkin, Secepat mungkin, dan Seefektif mungkin?
Kalau ya, mungkin ilustrasi di bawah ini menarik untuk anda
baca.
Pernahkah anda menerima telpon dari seorang telemarketer
yang meminta waktu dan anda menjawab, "Silakan"?
Kalau begitu, beruntunglah ia menelpon anda sebagai calon
pelanggannya. Sebab biasanya orang akan segera menjawab,
" Tidak ada waktu." Sejauh yang saya tahu melalui
perbincangan dengan para telemarketer, umumnya mereka tidak
akan menanyakan apakah pelanggannya punya waktu atau tidak,
"Tidak, saya tidak akan meminta waktu karena kalau
mereka menjawab 'TIDAK' lalu saya mau apa?"
Bicara tentang waktu, orang sering membuat metafora 'waktu
adalah uang', karena benar-benar sangat berharga. Sebab
sekali anda menggunakannya, maka sekali terlewati akan terlewati,
tidak perduli apapun jenis kegiatan yang anda lakukan. Celakanya,
yang namanya waktu bukanlah benda nyata, ia hanya ada dalam
benak kita. Lalu apa yang membuatnya begitu berharga? Saya
pikir tidak perlu dibahas disini, karena apapun argumentasinya,
buat beberapa orang waktu memang sangat berharga.
Saya pernah mendapatkan 'pelajaran berharga' dari seorang
telemarketer dan mungkin berguna untuk menajamkan sales
anda, bila produk atau jasa anda dijual melalui 'scripts'
dan 'cold calling'. Perbincangan berjalan kurang lebih seperti
ini:
"Halo,
boleh bicara dengan Bapak Wiwoho?" "Saya sendiri."
"Bapak Wiwoho, saya paham Bapak sering sekali menerima
telpon setiap harinya, dari salesman, telemarketer, dan
semacamnya. Saya akan jujur mengatakan bahwa ini adalah
telemarketing. Saya hanya minta waktu Bapak 28 detik untuk
mencari tahu apakah Bapak tertarik dengan tawaran saya.
Di akhir 28 detik, bila Bapak tertarik akan kita teruskan
atau saya akan menghubungi Bapak kembali lain waktu. Bila
Bapak tidak tertarik diakhir 28 detik, saya akan mengatakan,
'TERIMA KASIH BANYAK, BAPAK' dan mengakhiri pembicaraan
ini. Bolehkan saya minta waktu 28 detik, Bapak?"
Jujur bahwa saya cukup sering menerima panggilan telpon.
Biasanya jarang sekali yang berakhir kurang dari 10 menit
oleh banyak sebab. Orang ini simple, speed, strong. Kenapa
harus 28 detik, tidak 30 detik, misalnya? Kenapa tidak setengah
menit, atau beberapa menit umpamanya? Hal ini punya 'strong'
efek buat saya. Simple, karena tawarannya sederhana: kalau
tertarik, pembicaraan akan diteruskan atau dia telpon lagi
dan bila tidak, tutup telpon sambil mengucapkan terima kasih.
Speedy, karena ukurannya cuma detik dan saya cuma cukup
menjawab 'tidak tertarik'.
Orang ini memakai NLP meski belum tentu menyadarinya. Dalam
workshop sering saya katakan, mintalah waktu. Sebab bila
mereka tidak ada waktu dan anda tetap nyerocos, belum tentu
mereka akan mendengarkan apapun yang anda katakan. Kalau
mereka mengatakan tidak punya waktu, tanyakan kapan waktu
yang tepat untuk menelponnya kembali.
Mungkin beberapa dari anda akan bergumam, "Bapak, tidak
sesederhana itu proses telemarketing." Namun saya yakin
sesederhana itu, hanya saja anda belum pernah melakukannya.
Cobalah, dan ukur hasilnya. Sebagai bahan riset cobalah
membagi 'prospecting calls' anda menjadi dua kolom. Misalkan
anda merencanakan 500 calls. Yang 250 anda lakukan dengan
cara diatas, lalu amati hasilnya, sedangkan yang 250 lagi
anda lakukan dengan cara yang biasanya anda lakukan. Salah
satu presupposition NLP mengatakan: "If what you are
doing is not working, do something else."
Selamat
mencoba!
.