Metafora Kehidupan (Bag.2)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini

Hidup adalah Sebuah Pertempuran

Ini adalah salah satu metafora yang kurang “positif”. Menyikapi hidup dalam bingkai perang kadang membuat seseorang merasa bahwa seluruh dunia memusuhinya. Pandangan seperti itu amat mudah mengakibatkan stres, dan menimbulkan kemarahan maupun konflik. Segi positifnya adalah: ini membuat kulit tebal dan hati Anda sekeras batu; tetapi, menghabiskan waktu dengan menganggap hidup sebagai medan laga dan kita laksana prajurit yang sedang berjuang antara pilihan hidup dan mati sungguh tidak nyaman, namun ketika akhirnya Anda mengubah persepsi, banyak hal yang tampaknya menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Hidup adalah Sebuah Lagu

“Kehidupan manusia hakikatnya adalah musik,” kata orang yang menggenggam metafora ini. Frasa ini ingin menegaskan bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah ekspresi dari kreativitas seseorang. Gagasannya adalah: mulai dari belaian ibu sampai ke liang kubur Anda memberi kontribusi pada sebuah karya musikal agung, disadari atau tidak. Semua hal yang Anda bayangkan, lakukan dan Anda berikan maknanya, akhirnya bermuara pada sebuah karya jenius musikal: itulah sejatinya makna “lagu” dalam frasa “Hidup adalah sebuah lagu”.

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

Kalau hidup adalah sebuah perjalanan, kendaraan jenis apa yang Anda tunggangi: sebuah mobil, sepeda, rakit, kapal pesiar, atau kapal terbang? Dan ke mana Anda mau pergi? Kita semua sesungguhnya secara bersama-sama berada dalam sebuah perjalanan panjang, mengikuti sebuah arah dengan banyak kelokan dan putaran. Banyak orang di sekitar kita menjalani hidup seperti menaiki pesawat terbang dengan program autopilot, namun karena kita hidup di dunia nyata, kita punya kekuatan untuk memegang kemudi dan mengendalikannya.

Hidup adalah Sebuah Misteri

Metafora ini sering menjadi sebuah “transisi”, khususnya bagi orang-orang yang kenyataan hidup sebelumnya telah hancur, dan mereka berusaha menjelaskan misteri ini dengan menggunakan metafora lain. Metafora ini sarat dengan pertanyaan-pertanyaan: Mengapa kita di sini? Apa sesungguhnya alam raya ini? Apa itu kesadaran? Apa yang terjadi setelah kematian?
Kalau Anda terus berkutat dengan pemikiran ini, Anda akan terus bertanya-tanya sepanjang hidup Anda dan tidak pernah akan mendapatkan jawabannya, karena begitu Anda menemukan jawaban, artinya itu bukan lagi sebuah misteri! Oleh karenanya, untuk menemukan jawabannya, Anda harus mengubah persepsi, dan jawaban yang akan Anda peroleh tergantung pada asumsi apa yang Anda gunakan.

Hidup adalah Sebuah Pesta

Orang yang menganggap hidup sebagai sebuah pesta kurang lebih akan berujar seperti ini: “Esensi hidup adalah untuk bersenang-senang. Buatlah agar semuanya menyilaukan, apa pun yang sedang terjadi.” Meski awalnya kedengaran terlalu dangkal, ini bisa menyegarkan. Intinya, semua tindakan orang bisa dikategorikan ke dalam dua hal, yaitu untuk memperoleh kesenangan (gain pleasure) atau menghindari kepedihan (avoid pain). Ketika seseorang beramal atau membaktikan hidupnya untuk hal-hal yang mulia, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, mungkin karena orang ini yakin bisa memperoleh kesenangan dari tindakannya ini. Orang menyiksa diri, karena mereka mendapatkan kesenangan darinya. Setidaknya mereka merasa enak setelah menyiksa diri. Kalau Anda meyakini metafora “Hidup adalah sebuah pesta”, Anda cenderung mencari hal-hal yang bisa menyenangkan dan memuaskan hidup Anda.

Hidup adalah Sebuah Kesempatan
Apa pun yang terjadi dalam hidup, semuanya adalah peluang atau kesempatan: kesempatan untuk tumbuh, belajar dan berubah. Peluang untuk berkembang, menciptakan, menikmati, dan seterusnya.

Sumber :
Buku # 3 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

April 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *