Bukan ITU tapi INI

Saya masih ingat metafora ‘melatih anak doggy’ dari Richard Bandler, dan barangkali hal ini sudah menjadi ‘anchor’ yang akan terus menetap pada diri saya.

Bandler mengatakan begini, “Kalau Anda punya anak anjing kecil (doggy) dan dia buang air besar (pup) sembarangan, misalkan di dapur, ruang tamu atau tempat lain di rumah Anda, percuma saja Anda memukulinya dengan rotan. Apa pasal? Karena doggy kecil belum tahu mana tempat yang benar untuk membuang kotorannya, dan Anda perlu mengajarinya!”

Kalau Anda mendapatkan si doggy kecil buang kotoran sembarangan, segera Anda bersihkan kotorannya sembari mengatakan: “SALAH” (Anda boleh sambil melotot dan sedikit membentak). Lalu, bawa doggy Anda keluar rumah serta tunjukkan tempat dimana Anda ingin doggy Anda membuang kotorannya seraya mengatakan: “BENAR” (dengan nada lembut dan beri senyuman bila perlu).

Bukan ITU tapi INI.

Inilah metafora yang ingin Bandler tanamkan pada kita. Berhenti untuk melakukan yang tidak berjalan dengan baik (memotong pola) dan mempraktikkan apa yang seharusnya dilakukan (mengkondisikan secara persisten) sampai hal itu menjadi kebiasaan (habits). Bandler mengatakan, otak kita bekerja berdasarkan arah (direction). Bukan ITU tapi INI. Saya yakin ini adalah versi awal dari SWISH Pattern (Baca buku saya, NLP in ACTION: First Class Therapy).

Saya tertarik untuk menerapkan metafora ini pada peserta program saya. Mengarahkan mereka untuk berjalan sesuai dengan tujuannya (Well-formed Outcome) dan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya (Chunking down).

Di rumah, saya terapkan pola ini untuk anak-anak saya. Untuk manajemen rumah tangga saya. Hasilnya? Sejauh ini memuaskan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *