Humor itu Menyembuhkan

Dapatkah humor dijadikan terapi?
Apa sebabnya dan bagaimana cara menerapkannya?

David Gordon dan Maribeth Meyers-Anderson [1981] dalam bukunya Phoenix: Therapeutic Patterns of Milton H. Erckson (hal 29 -31) menjabarkan bagaimana Erickson memakai humor sebagai landasan terapinya. Inilah yang diceritakan Erickson pada murid-muridnya:

Anda perlu mengajari pasien untuk MENERTAWAKAN kesedihan mereka dan menikmati kesenangan mereka. Ada seorang wanita alkoholik yang datang pada saya untuk terapi… dan dia menceritakan pada saya segala permasalahan yang dimilikinya berkaitan dengan anak perempuannya yang masih usia kuliah. Dia berkata, “Sayapunya masalah dengannya sejak dia mengendarai … Andasebut apa mobil yang tidak memakai atap? … sebuah konvertibel. Dia mengemudi sepanjang jalan …kamisedang bersenang-senang ketika seekor burung yang terbang di atas kami tiba-tiba berak tepat ketika dia sedang menguap. Dan dia menjadi BEGITU malu terhadap dirinya sendiri sejak saat itu. Sepertinya dia sama sekali tidak bisa menghadapi hidup. Dan ketergantungan saya pada alkohol tidak membantunya.”

Saya berkata, “Coba ceritakanlah pada saya LEBIH BANYAK tentang anak Anda itu.”

“Dia seorang gadis yang baik, tapi sangat perasa terhadap hal tersebut.”

Saya bertanya, “Apakah dia punya selera humor?”

Ibu itu berkata, “Ya, tapi sekarang tidak lagi. Dia menghindari banyak makanan yang membuat hidupnya merana.”

Saya tanya lagi si ibu, “Anda tadi mengatakan dia punya selera humor yang bagus tetapi dia tidak MENGGUNAKANNYA selama beberapa tahun belakangan. Anda perlu memiliki banyak lelucon yang lebih bagus dari anak itu. Jadi, apakah Anda keberatan jika saya melakukan sedikit terapi jarak jauh?”

Sang ibu berkata, “Tidak, saya tidak keberatan.”

Maka saya mengirim kartu pos kepada gadis itu dari Philadelphia untuk memberikan nasihat padanya perihal risiko menguap saat mengendarai mobil konvertibel. Si gadis menerima kartu pos itu dan berkata, “Siapa pria ini dan bagaimana dia BISA tahu tentang hal itu? Saya yakin saya tidak pernah cerita padanya. Apakah IBU cerita padanya?”

Ibunya menjawab, “Siapa namanya?”

Gadis itu berkata, “Kartu ini ditandatangani oleh M.H. Erickson.”

Dan sang ibu berkata lagi, “Saya tidak PERNAH pergi ke Philadelphia. Saya tidak kenal seseorang yang tinggal di Philadelphia dengan nama ITU. Lucu ya?”

Gadis itu tertawa dan berkata, “Memang lucu.”

Dan dia tertawa terbahak-bahak selama beberapa menit. Kini dia mendapatkan kehidupan normalnya kembali…

Banyak hal terjadi pada seseorang meski orang itu sendiri mungkin tidak menganggapnya hal yang lucu. Sesungguhnya humor bisa didapatkan di hampir segala hal. Pelawak profesional tahu hal ini dan mampu membuat kita menertawakan peristiwa perceraian, pengangguran, ketakutan, kemiskinan, ketidakamanan, dan bahkan kematian! Humor yang tepat sasaran dapat menghilangkan kesedihan. Membuat topik-topik baru atau yang menakutkan menjadi lebih bisa diterima dan mampu membuang beban sebuah masalah sehingga tidak lagi memberatkan seseorang.

Erickson menyadari manfaat humor dalam menangani kemunduran klien-kliennya dari peristiwa yang tidak menyenangkan.

Hal mendasar yang perlu dipelajari orang adalah TIDAK perlu memberi tempat pada perasaan sakit hati di dalam hidup mereka. Jika Anda merasa sakit hati, larilah!Jangan berjalan, tapi larilah ke tempat sampah di dekat Anda. Buang semuanya, maka Anda akan hidup jauh lebih menyenangkan. Siapa pun yang ingin MENGHINA Anda… biarkan saja.

Saya teringat pada kisah Pat dan seorang rabi. Pat membenci si rabi. Dia bertemu sang rabi di suatu pagi… dan langsung mencemooh sang rabi dengan panggilan atau sebutan yang merendahkan.

Ketika Pat kehabisan hinaan, sang rabi berkata dengan tenang, “Pat, jika seseorang memberimu hadiah dan Anda tidak menginginkannya, apa yang Anda lakukan? Apa Anda akan menerimanya?”

Pat berkata, “Tentu tidak!”

Sang rabi berkata, “Anda baru saja menawarkan hadiah cemoohan pada saya, saya tidak menghendakinya, jadi simpanlah untuk diri Anda sendiri.”

***

Buat Anda yang senang bercanda serta mendengarkan atau melemparkan cerita-cerita humor, maka Anda pasti tahu manfaat dari humor. Ketika tertawa, sesungguhnya badan kita meningkatkan produksi endorphine, sejenis morfin tubuh yang salah satu fungsinya adalah mengendurkan rasa perih-pedih fisik dan batin.

Mau bukti? Kalau Anda terjatuh, kaki Anda terluka dan kebetulan cara atau posisi jatuhnya lucu, biasanya Anda menertawakan diri sendiri bukan? Nah, ketika tertawa itulah rasa sakit di kaki Anda hilang untuk sementara. Itu berkat endorphine yang diproduksi oleh tubuh Anda. Ketika Anda sedang sakit hati, dan kebetulan Anda sedang melihat acara komedi favorit di TV, tentu Anda tertawa terpingkal-pingkal. Saat Anda tertawa itulah sakit hati Anda akan sirna.

Dan, tahukah Anda bahwa tertawa pun membuat paru-paru dan jantung terpacu, sehingga napas dan nadi menjadi kencang? Walhasil darah pun deras mengalir. Darah orang masa kini, yang hidupnya rata-rata kurang gerak, alirannya sering mandek. Boleh jadi itulah sebab musabab orang terkena stroke atau serangan jantung koroner.

Jadi, tertawa adalah terapi yang paling alami dan efektif. Gratis pula!

Sumber :
Buku # 1 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

Nopember 2013

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *