Ibu, Tenanglah (Bag.2)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini

Terjemahan bebasnya kira-kira begini:

Aku adalah aku.

Di seluruh penjuru dunia ini,
tak seorang pun yang benar-benar serupa denganku.
Ada orang-orang yang memiliki sejumlah bagian yang mirip dengan punyaku,
namun tak seorang pun yang seluruh bagiannya persis seperti aku.

Karena itu, segala sesuatu yang keluar dariku
adalah asli milikku karena aku sendirilah yang memilihnya.
Aku memiliki segalanya dari diriku
Tubuhku termasuk segala sesuatu yang menyusunnya;
Pikiranku termasuk semua wawasan dan gagasanku;
Mataku termasuk citra-citra yang ditangkapnya;
Perasaanku termasuk apa pun bentuknya…
kemarahan, kegembiraan, frustrasi, cinta, kecewa, gairah
Mulutku dan semua kata-kata yang keluar darinya
sopan, manis atau kasar, benar atau salah;
Suaraku keras atau lembut
Dan semua tindakanku,
entah pada orang lain atau pada diriku sendiri.

Aku memiliki fantasi-fantasi, impian-impian,
harapan-harapan, dan ketakutan-ketakutan.
Aku memiliki semua kemenangan dan kesuksesanku,
seluruh kegagalan dan kekhilafanku.
Karena aku memiliki seluruh diriku sendiri,
aku dapat benar-benar mengenal diriku sendiri.
Dengan demikian, aku dapat mencintai diriku sendiri
dan bersikap bersahabat dengan semua bagian diriku.
Aku selanjutnya dapat membuka kemungkinan
bagi segenap bagian diriku untuk bergerak
demi keinginan-keinginanku yang tertinggi.

Aku tahu bahwa ada segi-segi dari diriku sendiri
yang membingungkanku,
dan segi-segi lain yang tidak aku ketahui.
Namun sepanjang aku bersikap ramah
serta mencintai diriku sendiri,
Aku dapat dengan penuh keberanian dan harapan,
mencari solusi-solusi bagi kebingungan-kebingunganku itu
berikut cara-cara untuk lebih memahami diriku sendiri.

Bagaimanapun rupa dan suaraku,
Apa pun yang aku katakan dan kerjakan,
serta apa pun yang aku pikirkan
dan rasakan pada suatu waktu, itu adalah aku.
Itu otentik dan menampilkan sosokku
di mana aku berada pada waktu itu.
Ketika selanjutnya aku menelaah
bagaimana penampilan dan suaraku,
apa yang aku katakan dan apa yang aku lakukan,
dan bagaimana aku berpikir dan merasakan,
beberapa bagianku terlihat menjadi tidak pantas lagi.
Aku dapat membuang yang tidak pantas
dan mempertahankan yang terbukti pantas,
Serta menemukan sesuatu yang baru
untuk menggantikan yang aku buang.

Aku dapat melihat, mendengar, merasakan,
berpikir, bicara dan bekerja.
Aku mempunyai perlengkapan-perlengkapan
untuk bertahan hidup,
untuk dekat dengan orang-orang lain,
untuk bekerja produktif,
dan untuk memahami serta menata dunia
yang terdiri dari orang-orang
dan hal-hal di luar diriku.
Aku memiliki diriku sendiri
dan karenanya aku dapat merekayasa diriku sendiri.

Aku adalah aku dan aku merasa puas

Sumber :
Buku # 1 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

Juli 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *