The Language of Magic (Bag.1)

Saya ingat mendiang Milton H. Erickson, seorang wizard yang flekisibititasnya banyak mengilhami eksisnya NLP. Dalam sebuah sesinya Erickson mengisahkan sebuah metafora proses terapi:

Saya ingin memberi ilustrasi yang terjadi dalam keseharian kita. Suatu hari dalam perjalanan pulang dari sekolah, saya melihat seekor kuda tersesat yang sedang mencari air minum dan kelihatan sangat kehausan. Mungkin si pemilik tidak menyadari bahwa salah seekor kudanya terpisah dari rombongannya. Saya naik ke pelananya, pegang tali yang tersambung dengan kepalanya dan berseru, “Giddy Up!” sambil mengarahkannya ke jalan raya. Saya tahu bahwa kuda ini akan berjalan ke arah yang tepat, meski saya tidak tahu ke mana persisnya. Kuda itu melaju dengan cepat. Kadang ia berjalan melenceng ke sawah dan tugas saya adalah mengarahkannya ke jalan di mana SEHARUSNYA ia berjalan. Dan, akhirnya setelah berjalan empat mil dari pertama kali kuda itu saya temukan, ia berbelok ke sebuah lahan pertanian dan si pemiliknya berujar, “Ah, jadi BEGINILAH caranya si manis pulang. Anak muda, di mana kamu menemukannya?” Saya menjawab, “Kira-kira empat mil dari sini.” “Bagaimana kamu tahu bahwa kuda ini di sini TEMPATNYA?” Saya menjawab, “Saya tidak tahu. KUDA ini tahu. Yang saya lakukan hanya mengarahkannya ke jalan.” Saya kira beginilah seharusnya sesi terapi dijalankan.

 

Saya setuju dengan pendapat Erickson. Beginilah seharusnya terapi dijalankan. Lebih jauh Erickson, sebagai therapeutes, memberi contoh:

(Bersambung ke bulan depan…….)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *