Menjadi pemimpin yang mumpuni

Pertanyaan yang sering diajukan orang pada saya adalah, “Apa karakteristik seorang trainer yang hebat?” Mungkin akan lebih baik kalau pertanyaan di atas kita perluas ke samping (chunking lateral), didalamnya mencakup ‘guru, konsultan, coach, manajer, dst.’ dan ke atas (chunking up) termasuk juga ‘pemimpin, pengusaha (entrepreneur), dst.’ Karena apapun yang yang sedang Anda lakukan sekarang, kadang bermanfaat untuk memposisikan diri sebagai ‘trainer’ pada waktu, tempat dan konteks-konteks tertentu.

Berdasarkan pengalaman bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang dan posisi yang berbeda-beda, trainer (seperti halnya pemimpin) yang mumpuni memiliki atau melakukan hal-hal berikut ini:

Mereka adalah orang yang digerakkan – tidak sekedar ambisius – oleh semangat, kemampuan dan misi mereka. Mereka tahu dengan persis siapa dirinya sehingga tidak perlu lagi menceritakannya pada orang lain. Perilaku mereka ‘menceritakan’ siapa diri mereka sebenarnya.

Ibarat virus, mereka cepat menyebar – menyebar memenuhi ruangan, menyebar dalam rapat-rapat, menyebar di lingkungan mereka. Beberapa orang menyebutnya memiliki kharisma, orang lain menyebutnya memiliki energi. Apapun sebutannya, Anda mengetahui bukan karena Anda mengalami tapi ‘memiliki’ nya.

Mereka punya semangat (passion) pada apapun yang mereka lakukan. Bahkan ketika mereka punya kesempatan untuk ‘menjual’ sesuatu. Mereka tidak melakukannya, karena passionnya sendiri sudah mempengaruhi pendengarnya. Karena orang ingin memodel (meniru) dirinya, maka kehadirannya sendiri sudah ‘menjual’.

Mereka menyadari bahwa, “Tak seorangpun ahli dalam segala bidang, tapi setiap orang pasti ahli dalam sebuah bidang”. Mereka tahu ahli di bidang apa dan membangun keahliannya di bidang itu. Mereka tahu dalam bidang apa mereka tidak ahli dan melewatkannya atau memberikannya pada orang lain ketika kesempatan itu muncul. Mereka tahu ceruk (keunikan)nya dan mengembangkan ‘keahlian’ nya di situ.

Mereka tidak takut bekerja keras – sebagai sebuah kenyataan. Ini bukan karena mereka tidak takut hal tersebut. Mereka tidak membandingkan bekerja keras dengan gairah (passion) mereka. Buat mereka ini bukanlah bekerja, ini adalah hidup mereka. Ini adalah apa yang mereka suka lakukan. Saya sering mengatakan pada orang: “Lakukan apa yang Anda sukai dan Anda tidak perlu bekerja lagi seumur hidup Anda.” Bekerja 24/7 merupakan bagian dari hal itu di pikiran orang-orang ini. Ini tidak berarti bahwa mereka tidak perlu berisitirahat sepanjang ‘karier’ nya, tetapi selalu ada alarm kecil di dalam kepala mereka yang membuatnya selalu berjalan pada jalurnya.

Mereka tahu bahwa berbuat salah adalah bagian dari pengambilan keputusan. Mereka tidak mengharapkan kesempurnaan, tapi mereka mengharapkan optimisasi. Pada waktu yang sama, mereka juga punya harapan tinggi untuk diri mereka sendiri dan untuk orang lain, tapi mereka tahu bagaimana caranya menyeimbangkan semuanya ini dalam meraih sukses.

Mereka tahu bagaimana caranya mengucapkan, “Saya tidak tahu” dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Mereka terus-menerus belajar – tidak saja dari seminar-seminar, buku-buku, kaset-kaset, dsb., tapi dari pengalaman yang mereka miliki. Mereka adalah pemerhati yang piawai dari lingkungan mereka dan dapat mengkalibrasi intervensi dengan peka serta mengamati hasil dari intervensi-intervensinya itu, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain, bagaimanapun kecilnya.

Mereka punya moral yang solid. Nilai-nilai dan perilaku mereka konsisten. Mereka tidak mencla-mencle. Mereka mungkin mengubah pikiran, tapi hanya setelah dengan sangat hati-hati mempertimbangkan informasi-informasi baru yang mereka terima.

Mereka membuat sederhana dalam hampir semua hal – komunikasi, strategi, segalanya dibuat sesederhana mungkin, tanpa menguras sumber daya yang bermanfaat. Mereka menjaga segala sesuatunya lebih pas dan tepat guna.

Mereka jujur dan mereka juga memahami ketidak jujuran. Mereka siap untuk hal ini. Mereka punya rasa skeptis yang sehat dari lingkungan bisnis dimana mereka berada dan punya strategi untuk mengevaluasi kesempatan.

Kalau kebetulan ada seorang pemimpin, berapa banyak dari hal-hal di atas yang sudah Anda lakukan dan/atau miliki?

Sumber : Kisah ke-15 dari Serial Beras Kencur # 1 “Pemimpin dengan Suara Emas”, oleh RH. Wiwoho.

July 2011

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *