Merasionalkan Dunia (Bag.2)

Artikel ini lanjutan dari bulan sebelumnya jika belum membaca klik disini

 

Bahasa dan Kata-kata (Language and Words)

Anda mungkin terlalu menyederhanakan bagaimana Anda dan pasangan Anda berinteraksi dengan merujuk ke ungkapan ‘relasi’ kita. Sesungguhnya setiap kata itu menarik untuk diamati. Kata-kata adalah kodifikasi yang merepresentasikan interpretasi Anda tentang sesuatu. Bila Anda  iseng mengumpulkan beberapa orang dan masing-masing secara individual diminta menuliskan tujuh kata yang mencerminkan arti ‘relasi’, saya berani bertaruh tidak satupun dari mereka yang akan menuliskan sama persis dengan yang Anda tuliskan. Bisa jadi Anda dan teman-teman Anda tidak berhasil mendapatkan kesepakatan mengenai arti kata tersebut. Kata ‘relasi’ adalah kodifikasi dari arti relasi buat Anda dan saya yakin pasangan Anda pun memiliki interpretasi yang berbeda untuk kata ini. Meskipun begitu, kita sering terlibat pembicaraan panjang lebar dan memanas ketika mendiskusikan kata ‘relasi’ dengan pasangan kita, tanpa benar-benar mendiskusikan apa arti ‘relasi’ sesungguhnya buat kita masing-masing. Bila isu ini mengganjal Anda, cobalah di lain waktu nanti ajukan pertanyaan kepadanya, ”Yang mana dari relasi kita yang tidak memuaskanmu, dan mana yang memuaskanmu?”. Pertanyaan ini akan menguak sesuatu yang membuat pembicaraan Anda berdua bisa lebih bermanfaat.

 

Keputusan (decisions)

Anda mengambil keputusan (generalize) supaya tidak harus mempelajari ulang hal-hal yang sama setiap saat. Sekarang bila membuka pintu, Anda tinggal meraih handle pintu, memutarnya, menarik/mendorong dan pintu akan terbuka.  Dari mana ini Anda dapatkan? Anda sudah pernah mempelajarinya di waktu lampau (membuat generalisasi) sehinga Anda tidak harus lagi melewati keseluruhan proses belajar ulang bagaimana cara membuka pintu. Di satu sisi generalisasi bermanfaat, namun di sisi lain kadang juga bisa menyulitkan. Ini terbukti dalam sebuah penelitian ketika periset memasang handle pintu pada sisi yang sama dengan engselnya. Apa yang terjadi ketika mereka memasukkan orang-orang dewasa ke ruangan tersebut? Orang-orang ini berjalan ke pintu, meraih handle, memutarnya dan kemudian mencoba mendorong atau menariknya untuk membuka pintu tersebut. Tentu saja pintu itu tidak bisa terbuka. Akibatnya,  orang-orang dewasa ini mengambil kesimpulan bahwa pintu terkunci dan mereka terjebak di dalamnya. Sebaliknya, anak-anak muda yang belum membuat generalisasi tentang handle pintu, dengan enteng berjalan ke pintu, mendorongnya dan keluar dari ruangan tersebut. Orang dewasa, karena keputusannya, menciptakan realitas sedang terkunci di ruangan itu,  padahal kenyataannya tidak demikian. Pertayaannya, seberapa sering keputusan-keputusan (generalisasi) Anda mengenai pasangan, bos, cara-cara Anda menyelesaikan tugas… menyebabkan Anda ‘terkunci’, sedangkan orang lain tidak?

 

Lalu?

Salah satu dari benefit NLP adalah menemukan filter-filter yang Anda tempatkan dan bagaimana hal ini mempengaruhi apa yang Anda lihat, dengar dan rasakan; bagaimana Anda bereaksi pada orang lain dan apa yang Anda ciptakan dalam kehidupan Anda. Sekali Anda menyadari bahwa filter tersebut tidak melayani Anda dengan baik, maka Anda bisa secara sadar memilih atau dengan bantuan teknik NLP memodifikasi atau bahkan menyingkirkannya.

 

Representasi Internal (Internal Representations)

Apakah Anda ingat sarapan Anda pagi ini? Bagaimana Anda mengingatnya? Apakah Anda melihat sebuah gambaran di benak Anda? Adakah aroma atau rasanya di situ? Adakah suara-suara yang muncul? Kalau ada, suara apa itu? Untuk mengingat sebuah kejadian, otak menggunakan gambar, suara, perasaan, penciuman, pencecapan dan kata-kata. Persepsi-persepsi tentang ‘dunia luar’ ini disebut sebagai representasi internal dan merupakan fungsi filter Anda (yakni keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai). Persepsi-persepsi Anda adalah apa yang Anda anggap ‘realitas’. Dengan kata lain: realitas Anda.

Kalau Anda dan saya sarapan pagi bersama, representasi internal atau persepsi tentang sarapan tersebut sebagian bisa sama dan sebagian lagi berbeda, tergantung pada apa yang penting untuk masing-masing (filter-filter kita). Sarapan pagi bukan hal yang kontroversial. Tapi, bagaimana kalau itu mengenai pandangan kita tentang perseteruan abadi Israel dan Palestina, misalnya. Karena latar belakang yang berbeda, kita mungkin akan mempersepsikannya dengan berbeda pula, otomatis reaksi-reaksi kita juga akan berbeda.

 

 

 

 

Sumber :
Buku # 1  dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

 

………Artkel ini bersambung di bulan Desember  2018

 

 

 

 

 

Nopember  2018