Racun Familiaritas (Bag.1)

Di sela-sela rehat kopi, seorang peserta program iseng bertanya kepada saya: “Pak, kalau NLP itu memang hebat, mana BMW saya?” Yang lain menimpali: “Iya Pak, mana deposito ratusan juta saya?”, “Mana rumah mewah saya?”, “Mana pacar idaman saya?”

Mudah-mudahan uraian di bawah ini bisa menjawab.

Familiaritas

Ketika ditanya oleh Richard Bandler, kekuatan apa yang begitu luar biasa pada diri manusia, Virginia Satir dengan tegas menjawab: “Familiaritas.” Keinginan untuk mempertahankan sesuatu yang familier (hal-hal sama seperti kemarin) memiliki kisah panjang mengenai asal usul nenek moyang manusia. Umat manusia punya kecenderungan alami untuk menolak perubahan radikal, sebab apa yang kita lakukan kemarin terbukti mampu menjaga keberadaan kita sebagai manusia sampai detik ini.

Tentu saja orang tidak secara sadar menginginkan hal-hal sama seperti kemarin. Alam bawah sadar kitalah yang melakukannya, dan bawah sadar tahu persis bahwa apa yang Anda lakukan selama ini terbukti sukses dalam upaya melakukan evolusi diri. Nyatanya kita masih bisa hidup sampai sekarang. Jadi terbukti bermanfaat!

Bila seseorang sibuk selama 10 atau 15 tahun – dan tanpa BMW – ini adalah keadaan yang sudah sangat familier/terbiasa dengan dirinya. Mungkin Anda akan menyanggah, ”Tapi saya sudah berusaha selama bertahun-tahun. Seharusnya saya sudah memilikinya sekarang.” Lagi-lagi hal itu pun sudah terlalu familier dengan Anda. Atau mungkin Anda bertanya, ”Tapi saya sudah mencoba sekuat tenaga untuk mewujudkannya.” Dengarkan lagi: mencoba menjadi hal yang terbiasa/familier buat Anda sehari-harinya. Orang yang sudah sekian lama “babak belur kehidupannya” mungkin malah sudah terbiasa/familier hidup dengan babak belur.

Anda tentu akan menganggap familiaritas sebagai “racun”, khususnya kalau Anda merupakan Super Achiever. Tahan dulu protes Anda! Kalau suhu badan Anda tiba-tiba bertambah 18 derajat celcius atau derajat keasaman tubuh Anda berkurang 5 ph, Anda akan tewas seketika. Otak dan tubuh Anda punya sebuah sistem yang selalu melakukan check and balance yang membantu Anda untuk tetap dalam keadaan ekuilibrium atau homeostatis. Tatkala terjadi perubahan tiba-tiba, maka “sensor familiaritas” akan berbunyi meraung-raung dan sibuk menyampaikan pesan-pesan bahaya ke otak Anda. Sistem tersebut mulai bekerja melakukan pelbagai upaya, agar Anda kembali ke keadaan stabil/homeostatis. Jadi, kalau misalnya keadaan stabil seseorang adalah “mobil minivan tua karatan”, maka mendapatkan “sedan mewah terbaru” akan membuat sensor familiaritas orang tersebut gempar dan berkedip-kedip tidak keruan!

………… artikel ini bersambung di bulan November 2015

Sumber :
Buku # 2 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

Oktober 2015

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *