Sepuluh Penyebab Kehancuran Sebuah Bisnis (Bag. 1- Bag.3)

Lihat baik-baik toko di sudut jalan itu. Cuma 10 – 12 persen saja kemungkinan toko itu akan tetap di sana setahun lagi, kata seseorang dari Office Advocacy for Small Business Administration (SBA) Amerika Serikat.

“Kalau Anda pebisnis baru, Anda punya 50% kemungkinan untuk bertahan dibisnis Anda pada lima tahun berikutnya,” kata Brian Headd, seorang ekonom dari Office Advocacy yang melakukan penelitian jejak-jejak bisnis kecil dan menguji dampak regulasi yang baru saja diterapkan pada mereka.

Meski begitu, anehnya hal ini tidak mengurangi gairah orang untuk menjadi pengusaha kecil atau entrepreneurs.

Taksiran ada sekitar 671,800 bisnis kecil, lengkap dengan para pekerjanya, diluncurkan di seluruh Amerika pada tahun 2005. Dua tahun berikutnya, menurut data statistik 544,800 diantaranya sudah tidak terdengar lagi beritanya alias bangkrut.

“Membuka sebuah bisnis adalah hal mudah. Cukup cetak kartu nama, buka kotak surat di kantor pos, dan hal-hal semacam itu,” kata Bon Morland, chairman chapter dari Score (Service Corps of Retired Executives), yang bekerja sama dengan SBA Amerika melatih dan membantu para pengusaha kecil. “Namun Anda tidak bisa dikategorikan sebagai pebisnis sebelum bisa menjual sesuatu, dan itu bukan pekerjaan mudah.”

Sukses datang beriringan dengan pendidikan, perencanaan yang matang dan arus kas yang cukup, kata banyak pakar bisnis. Meskipun ada internet, buku-buku serta majalah yang dapat membantu dan memberi aspirasi pada para pengusah kecil, toh ini semua tak menjadikan lebih mudah dalam memulai sebuah bisnis kecil.

Lalu harus dari mana memulainya? Situs SBA di internet, sebenarnya, adalah sebuah tempat ideal untuk memperoleh informasi dengan mudah. Situs ini menyediakan segala informasi, mulai dari rincian karakteristik penting untuk menjalankan sebuah bisnis sampai bagaimana membuat sebuah perencanaan bisnis.

Situs yang bisa disebut sebagai panduan untuk “melakukan ancang-ancang” bisnis ini dilengkapi dengan sejumlah pertanyaan yang membantu para pemilik usaha kecil untuk menilai apakah mereka benar-benar memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah bisnis. Misalnya: Apakah Anda seorang yang berjiwa perintis? Dapatkah Anda bergaul dengan jenis-jenis orang yang berbeda? Apakah Anda memiliki toleransi terhadap risiko? Apakah Anda cukup luwes dan punya disiplin diri yang tinggi? Dlsb.

Namun demikian, nyatanya tingkat kegagalan berbisnis tetap saja tinggi. Apa pasal?
Ada sepuluh sebab mengapa sebuah bisnis gagal (angka dalam kurung di peroleh dari riset John Murphy), yakni:

 

1) Tidak memiliki perencanaan bisnis yang baik (78%)
2) Terlalu optimistis pada sales dan dana yang diperlukan (73%)
3) Tidak mengenali atau mengabaikan kelemahan-kelemahannya dan tidak
berusaha mencari bantuan (70%)
4) Lemah dalam keterampilan dan pemahaman manajemen arus kas (82%)
5) Tidak memiliki pengalaman bisnis yang cukup atau bisnisnya tidak relevan
dengan pengalaman berbisnis sebelumnya (63%)
6) Tidak punya kebijakan harga dengan baik (77%)
7) Tidak berusaha memahami atau bahkan mengabaikan kompetitornya (55%)
8) Merekrut karyawan yang tidak tepat (56%)
9) Tidak mempromosikan bisnisnya dengan baik (64%)
10)Tidak melakukan pemosisian perusahaannya dengan baik (71%)

 

 

Penyebab # 1
Bisnis gagal karena tidak memiliki perencanaan bisnis yang baik.

Sebuah perencanaan bisnis memaksa Anda untuk memikirkan – apa, bagaimana, kapan, mengapa, kemana dan siapa-nya, agar Anda punya sebuah catatan permanen sewaktu diperlukan untuk menengok ke belakang dan mengkaji ulang bisnis Anda.
Perencanaan bisnis adalah sebuah cara untuk membuat diri Anda akuntabel atau bertanggung jawab.

Keuntungan besar menjadi ‘bos bagi diri Anda sendiri’ adalah bahwa Anda tidak harus bertanggungjawab kepada siapapun kecuali kepada diri Anda sendiri. Namun hal ini bisa menjadi sesuatu yang fatal kalau Anda tidak melakukan penilaian kinerja pada diri Anda sendiri.

Sebuah bisnis biasanya ditopang oleh tiga pilar utama: entrepreneur (pencipta bisnis), manager (implementor) dan team member (pekerja). Sebagai pemilik bisnis, Anda punya tiga peran sekaligus dan di sinilah pentingnya perencanaan bisnis.

Tanpa perencanaan bisnis Anda tidak akan tahu apakah manajer Anda sudah didukung untuk menciptakan arah yang jelas dan mendapat bimbingan yang diperlukan untuk membangun sebuah lingkungan bisnis yang baik.

Ketika Anda sedang berperan sebagai entrepreneur, Anda harus memastikan apakah si manajer telah secara efektif mengimplementasikan gagasan-gagasan Anda? Apakah para team member sudah bekerja dengan efektif dan efisien? Kalau belum, mengapa? Semuanya akan gamblang bila ada rincian catatan mengenai hal-hal di atas.

Dari pengamatan dan pengalaman, paling tidak ada lima hal yang membuat Anda tidak membuat perencanaan bisnis yang solid, yakni:

1. Terkesan seperti pekerjaan yang menyibukkan. Namun perlu diingat bahwa memikirkan dengan matang sebelum mengambil tindakan yang tepat adalah hal paling berharga yang dapat Anda lakukan. Hampir setiap kegagalan dikarenakan kurang cukup matang dalam berpikir sebelum mengambil tindakan.
2. Anda hanya menyiapkan perencanaan bisnis ketika bisnis baru dimulai atau ketika Anda membutuhkannya untuk kepentingan bank. Itu tindakan yang tidak benar. Bisnis yang baik punya sebuah perencanaan bisnis berkelanjutan dimana secara teratur dikaji ulang dan diperbarui. Persisnya, mengkonfirmasi ulang visi, misi, outcome dan memperbarui rencana tindakan berlandaskan kajian yang telah dilakukan. Juga dengan mengamati hasil-hasilnya selama ini serta menilai setiap aksi dan reaksi dari pelanggan dan kompetitor Anda.
3. Anda tidak punyai waktu. Ini adalah pembelaan diri yang tidak berdasar. Jawaban yang sebenarnya adalah: Anda tidak mau menyediakan waktu.
4. Anda tidak tahu caranya. Sebenarnya Anda tidak perlu mempersulit diri dan berlebih-
lebihan dalam membuatnya. Jika Anda memang memerlukan bantuan, Anda tidak perlu kuatir karena di luar sana ada banyak sekali pemandu yang bisa disewa untuk membuat sebuah perencanaan bisnis yang baik.
5. Anda merasa hal ini tidak penting. Ini bertentangan dengan apa yang 78% pemilik bisnis sekarang pikirkan. Mereka punya pengalaman lewat pembelajaran yang ketat dan yakin bahwa perencanaan bisnis adalah suatu aktivitas penting untuk kelangsungan bisnis. Lebih baik mencobanya di atas kertas dan diperkirakan Anda akan rugi daripada mencobanya di dunia nyata dan Anda benar-benar kehilangan uang. Perencanaan bisnis tidak hanya mengurangi risiko dari keputusan buruk seperti ini, tapi juga akan membantu Anda untuk menerapkan gagasan-gagasan hebat Anda secara lebih efektif.

NLP tips:
Dalam membuat perencanaan bisnis (business plan) gunakan Well-formed Outcomes dan Meta Model (apa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana).

Penyebab #2
Bisnis gagal karena terlalu optimistis pada sales dan dana yang diperlukan.

Harus ada keseimbangan yang proporsional antara keyakinan yang dimiliki dan fakta di lapangan. Sangat optimistis dan yakin ‘pasti akan menang’ tanpa menghitung jebakan-jebakan, kesulitan-kesulitan dan halangan-halangan bisa menjadi malapetaka buat Anda.

Persaingan bisnis semakin ketat. Para pelanggan Anda perlu satu alasan kuat mengapa mereka harus membeli dari Anda. Menuliskan perencanaan bisnis membantu Anda dalam hal:

1. Menemukan posisi ceruk pasar (niche market) yang unik, yang dapat menunjukkan
bahwa Anda lebih baik dibandingkan kompetitor Anda di mata para pelanggan Anda.
2. Memutuskan bagaimana Anda akan menyebarluaskan pesan pemasaran Anda.
3. Menghadapi kemungkinan munculnya hambatan-hambatan dan kekurangan-kekurangan
keterampilan Anda, sehingga Anda dapat memperbaikinya.
4. Memfokuskan pada asumsi-asumsi awal Anda, pada saat Anda melakukan penjualan,
jumlah maupun jeda waktunya.

Banyak perencanaan bisnis yang kadang terlalu optimistis, khususnya yang berkaitan dengan waktu, karena si pemilik menduga bahwa calon pelanggan akan langsung membeli dengan satu kali dikontak. Ini tidak benar. Umumnya diperlukan sembilan kontak pada calon pelanggan untuk menghasilkan satu pelanggan. Optimisme seperti inilah yang menyebabkan arus kas menjadi bermasalah.
NLP tips:
Teknik Chunking sangat membantu dalam menguraikan sales dan prediksi keuangan Anda. Gunakan chunking down dan lateral sampai pada sensory-based.

Penyebab #3
Bisnis gagal karena pemilik tidak mengenali atau mengabaikan kelemahan-kelemahannya dan tidak berusaha mencari bantuan.

Biasanya sebuah bisnis kecil berawal ketika seseorang ‘menangkap’ jiwa kewirausahaannya lalu bangkit dengan gagasan bahwa dirinya mampu membangun sebuah bisnis. Kebanyakan dari mereka tak memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya atau tidak pernah diajari bagaimana cara membangun bisnis. Mereka hanya mengandalkan keyakinan diri, “Pasti gampang, sebab banyak orang berhasil melakukannya.”

Tampak di sini adanya keengganan untuk mengakui kurangnya pengetahuan dan mencari bantuan dari seorang Business Coach atau profesional lainnya. Meski tampak mahal, tapi mendapatkan pengetahuan tambahan dan pengalaman baru bisa merupakan hal yang tak ternilai harganya.

Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini penting untuk menilai apakah Anda perlu memperbaiki diri atau mencari bantuan orang lain lewat coaching, training atau mentoring:

1. Apakah Anda tergolong orang yang yang mampu mengambil inisiatif sendiri, mau mengembangkan sebuah proyek, mengorganisasikan waktu secara mandiri, dan konsisten menjalankannya?
2. Pebisnis butuh membangun relasi dengan berbagai jenis orang termasuk para pelanggan, pemasok, staf, bankir, dan profesional seperti pengacara, akuntan, atau konsultan. Dapatkah Anda menghadapi para pelanggan yang cerewet, pemasok yang licin, atau resepsionis yang kacau, pada saat bisnis Anda memerlukannya?
3. Seberapa baikkah Anda dalam mengambil keputusan? Entrepreneurs diharapkan mengambil keputusan secara berkala – seringkali dengan cepat, mandiri, dan dibawah tekanan.
4. Apakah Anda punya stamina fisik dan emosi yang stabil untuk menjalankan bisnis dengan konsisten? Berbisnis merupakan hal yang menyenangkan, namun penuh dengan tekanan kerja. Bisakah Anda meluangkan waktu enam sampai tujuh kali dalam seminggu, masing-masing 12 jam?
5. Seberapa baikkah Anda membuat rencana dan mengorganisasikan sesuatu? Beberapa riset menunjukkan bahwa perencanaan yang buruk adalah penyebab terbesar kegagalan bisnis. Mengorganisasikan keuangan, inventarisasi, skedul, dan produksi dengan baik bisa sangat membantu Anda dalam menghindari kekacauan berbisnis.
6. Apakah mental Anda cukup kuat? Menjalankan bisnis dapat mencabik-cabik emosi Anda. Beberapa pebisnis ‘hancur’ karena memikul begitu banyak tanggung jawab dan beban di atas pundaknya. Motivasi yang kuat sangat membantu Anda bertahan, dan dengan berjalannya waktu Anda menjadi terbiasa.
7. Apakah bisnis Anda mempengaruhi kehidupan rumah tangga Anda? Tahun-tahun pertama berbisnis mungkin memberati keluarga Anda. Penting untuk memberi pengertian pada keluarga Anda tentang apa saja yang Anda butuhkan dan meyakini bahwa mereka akan mendukung Anda. Mungkin akan terjadi kesulitan keuangan sampai bisnis Anda menghasilkan profit, dan ini bisa memakan waktu beberapa bulan atau tahun. Bahkan Anda barangkali harus menurunkan standar hidup atau mengambil resiko menggadaikan aset keluarga untuk beberapa waktu.

Bila Anda mampu secara mandiri menanggulangi ketujuh pertanyaan di atas, maka Anda tidak perlu mencari bantuan dari orang atau organisasi lain.

 

NLP tips:
Baca kembali buku PROFIL dan lihat apakah profil Anda perlu dibantu oleh orang yang bisa menutupi kekurangan serta kelemahan Anda.

 

RH. Wiwoho

Materi untuk dibahas dalam pertemuan NLP Practice Group tgl 18 Oktober 2008 di INDONLP. Penyebab # 4 s/d #10 akan dibahas dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *