Siapa Rajanya? (Bag.1)

Mahesh Das, penyair India, adalah seseorang yang amat terdidik dan memiliki pemikiran yang intelek, meski tumbuh dalam keluarga yang sangat miskin. Di hari tuanya, ia dikenal cerdas sekaligus bijak, sehingga masuk dalam “Emperor Akbar” dan diberi julukan “Birbal”. “Bir” artinya “otak” dan “bal” berarti “kuat”. Tak heran kalau dari tangannya lahirlah kisah-kisah menarik yang mengilustrasikan pemikiran-pemikiran bijak.

Lalu, apa hubungan Birbal dan NLP? Di bawah ini saya kutipkan salah satu kisah yang mengilustrasikan teknik NLP yang disebut kalibrasi. Ini penting untuk menambah khasanah pendekatan komunikasi Anda agar lebih efektif dan elegan.

Mendengar bahwa Birbal adalah salah seorang yang paling bijaksana dari Timur, Raja Iran ingin menjumpainya. Ia pun lalu mengirimkan surat undangan kepada Birbaluntuk berkunjung ke negerinya.

Tak berapa lama kemudian Birbal tiba di Iran. Ketika memasuki istana raja ia dikejutkan oleh pemandangan yang tidak disangka-sangkanya. Ia mendapatkan, bukan hanya seorang raja yang duduk di singgasananya, melainkan adaenam orang raja yang duduk disitu! Kesemuanya berwajah sangat mirip dan memakai pakaian kebesaran yang jugasama.Manakah raja yang sesungguhnya?

Beberapa saat kemudian ia memperoleh jawabannya. Dengan percaya diri Birbal mendekati Sang Raja dan memberinya salam sambil membungkuk.

“Bagaimana Anda bisa mengenali saya?” tanya Raja dengan bingung.

Birbal tersenyum dan menyahut: “Raja-raja yang palsu semuanya berpaling ke arah Baginda Raja, sementara Baginda sendiri memandang lurus kedepan. Meskipun memakai jubah raja, orang-orang biasa tetap saja menengok kepada rajanya untuk meminta dukungan.”

Merasa sangat senang, Sang Raja memeluk Birbal dan menggelontorinya dengan hadiah-hadiah yang sangat berharga.

Birbal menggunakan teknik yang dalam NLP disebut sebagai kalibrasi. Apa itu kalibrasi?

Para penggagas NLP telah melakukan observasi yang cukup lama, dan menemukan bahwa apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan seseorang menjejak dengan cara yang khas “pada tubuhnya”, meskipun dengan derajat yang berbeda-beda. Walaupun agak sulit mendeteksinya, perubahan kecil pada alis mata Anda adalah sinyal dari representasi keadaan internal Anda. Kalau sekarang ini Anda bisa mengingat kembali satu waktu ketika Anda sedang menceritakan sebuah kebohongan, mungkin Anda masih ingat bagaimana otot wajah Anda berubah. Gerakan dan suara Anda sedang mengkonfirmasi bahwa Anda sedang tidak jujur. Senyuman gelisah, mengalihkan pandangan, pipi merona, serta suara gemetar untuk menutupi kebohongan adalah hal yang alamiah.

Kalibrasi artinya mengamati ekspresi perilaku seseorang dan mengasosiasikan perilaku itu dengan respon internalnya. Melakukan kalibrasi adalah mengamati bahwa pasangan Anda, misalnya, mengerutkan bibirnya dan mendesah ketika ia merasa terganggu. Atau bibirnya biasa, tapi mulutnya mendesah ketika ia sedang merasa kecewa. Melakukan observasi seperti ini serta mengasosiasikannya, memungkinkan Anda TAHU suasana hati pasangan Anda saat ini (apakah ia sedang merasa terganggu atau sedang kecewa) dan meresponnya dengan lebih TEPAT.

Kalibrasi didasarkan pada hubungan sekumpulan ekspresi perilaku atau “analog,” di mana lewat hal ini Anda bisa mengetahui keadaan emosi seseorang tepat pada saat ia mengekspresikannya.

Ada banyak sekali perilaku analog seseorang yang bisa kita amati. Beberapa di antaranya:

Apa yang dapat Anda lihat, misalnya: perubahan warna kulit, perubahan ketegangan otot wajah, gerakan (tangan, kepala, bahu, pundak, paha, kaki), perubahan sikap tubuh, dan perubahan pola napas.

Juga, apa yang dapat Anda dengar, misalnya: kecepatan suara, tinggi/rendahnya suara, keras/lembutnya suara, dan nada suara.

Lalu, apa yang dapat Anda baui. Misalnya: parfum, bau alkohol atau napas peminum, bau napas khas ketika seseorang sedang kambuh penyakit maagnya, juga keringat.

Apa yang dapat Anda raba atau rasa, misalnya: suhu tubuh, ketegangan otot, reaksi dari tekanan, lembab atau keringnya kulit.

Hal-hal di atas memperlihatkan beberapa elemen ekspresi perilaku yang biasa digunakan orang dan umumnya tidak disadari.

Sumber :
Buku # 3 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

Nopember 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *