Tiga Jebakan Sukses (Bag.3)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini

 

Jebakan Masa Depan

3) Saya Akan Sukses (I Will Succeed)

Orang sukses adalah para individu yang optimistis. Anda yang pernah punya pengalaman di bagian sales pasti tahu adagium ini: “Bila Anda yakin bahwa Anda akan sukses, memang ada kemungkinan Anda tidak sukses. Tapi, bila Anda tidak yakin bahwa Anda akan sukses maka pasti Anda tidak akan sukses!” Orang yang optimistis cenderung punya komitmen yang berlebihan. Kenapa begitu? Sebab mereka yakin sekali bisa melakukan lebih dari yang sebenarnya bisa mereka lakukan.

Keyakinan “Saya Sukses” mengacu pada masa lalu; “Saya Bisa Sukses” mengacu pada masa kini, sedangkan “Saya Akan Sukses” mengacu pada masa depan. Orang-orang yang sukses mempunyai optimisme yang tidak dapat diganggu. Mereka tidak hanya yakin bahwa mereka bisa menghasilkan kesuksesan; mereka hakkul yakin bahwa sukses adalah hak mereka.

Bisa dimengerti kalau orang-orang sukses akan mengejar kesempatan dengan antusiasme yang tinggi, yang bagi orang lain mungkin terlihat menakjubkan. Jika mereka menentukan sebuah tujuan dan mendeklarasikannya kepada orang banyak, mereka cenderung melakukan apa saja untuk mencapai tujuan itu. Ini kedengarannya elok. Tapi dengan mudah bisa berubah menjadi optimisme yang berlebihan. Ini menjelaskan mengapa orang-orang yang sukses cenderung sangat sibuk dan kadang berbahaya karena menghadapi komitmen yang berlebihan.

Akan sangat sulit bagi orang-orang yang punya keyakinan “Saya Akan Sukses” untuk berkata “Tidak” pada kesempatan yang menggiurkan. Mayoritas pemimpin dengan sikap seperti ini merasa hari ini terasa sangat sibuk (atau lebih sibuk) bukan karena ingin “menyelamatkan kapal yang tenggelam”, tetapi karena mereka “tenggelam di lautan kesempatan”.

Mungkin hal ini pernah terjadi pada diri Anda. Anda mengerjakan sesuatu yang menakjubkan di tempat kerja dan secara tiba-tiba banyak sekali orang yang ingin membangun relasi dengan Anda serta mengasosiasikan diri dengan kesuksesan Anda. Mereka menganggap adalah hal yang masuk akal jika Anda pernah menemukan keajaiban, Anda bisa melakukannya lagi untuk mereka. Dengan segera, semua peluang diletakkan di bahu Anda dengan kecepatan yang Anda sendiri belum pernah mengalaminya. Karena Anda yakin, “Saya Akan Sukses”, maka sulit buat Anda untuk mengatakan “Tidak”. Bila tidak berhati-hati, Anda bisa kelebihan beban. Sesuatu yang pernah membuat diri Anda naik justru kini bisa “menjatuhkan” Anda.

Keyakinan “Saya Akan Sukses” ini bisa merusak kesempatan sukses ketika tiba saatnya bagi kita untuk mengubah perilaku. Sesungguhnya, tantangan terbesar seorang pemimpin adalah menghindari komitmen berlebihan.

Ketika ia tidak melakukan komitmennya dan ditanya, “Mengapa Anda tidak menjalankan perubahan perilaku yang sudah Anda janjikan?”, biasanya jawabannya adalah, “Saya ingin melakukannya, tapi saya tidak punya waktu.” Artinya, mereka berkomitmen secara berlebihan. Bukan mereka tidak ingin berubah atau tidak setuju dengan nilai-nilai perubahan, mereka kehabisan waktu. Mereka mengira akan “mengerjakannya nanti”, padahal faktanya “nanti” itu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Artinya, komitmen yang berlebihan bisa menjadi halangan serius untuk berubah.

***

Apa yang bisa ditarik dari tiga jebakan sukses di atas? Sedikitnya ada dua hal, yakni:

Pertama. “Saya melakukan hal ini dan saya sukses. Kesimpulannya, saya sukses karena saya melakukan hal ini.” Barangkali keyakinan seperti ini perlu dikaji ulang lewat keyakinan: “Masa lalu tidak sama dengan masa depan.”

Kedua. Sebagai pemimpin Anda harus selalu mawas diri, seperti kata jenderal senior pada kisah di atas, ”Anda tidak selucu yang Anda sangka dan tidak sepandai yang Anda bayangkan. Jangan sampai pikiran ini meracuni benak Anda!”

 

 

Sumber :
Buku # 3 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

September 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *