Time Distortion

Suatu hari raja India bepergian dengan beberapa punggawanya ke sebuah tempat yang sangat jauh. Hari itu cuaca sangat terik dan sang raja merasa sangat lelah dengan perjalanan tersebut.

“Apakah ada di antara kalian yang bisa membuat perjalanan ini menjadi lebih singkat?” ia bertanya dengan nada geram.

“Hamba bisa,” kata Birbal.

Para punggawa lain saling tatap dengan wajah bingung. Semuanya faham bahwa tidak ada jalur lain, kecuali melalu bukit-bukit ini. Jalan yang mereka lalui adalah satu-satunya jalan menuju tujuan.

“Kamu bisa memperpendek jalan?” kata raja. “Kalau begitu, lakukan!”

“Hamba akan melakukannya” kata Birbal. “Pertama-tama, mohon dengarkan cerita yang harus saya sampaikan ini.”

Sambil berjalan di samping raja, Birbal mengisahkan sebuah cerita yang sangat panjang namun mengandung teka-teki yang penuh dengan kejutan, sehingga raja beserta seluruh punggawa mendengarkannya dengan seksama. Sampai akhirnya tanpa disadari mereka sudah tiba di tempat tujuan.

“Kita sudah sampai!” raja berseru. “Cepat amat!”

“Benar sekali, Baginda,” kata Birbal sambil tersenyum. “Bukankah Baginda tadi ingin agar jalan diperpendek?”

***

Kalau Anda masih ingat Birbal, penyair India yang terkenal itu, inilah salah satu karyanya yang singkat, padat, namun mengena. Pendekatan Birbal ini dalam NLP dikenal sebagai time distortion. Sebagai contoh: Mengapa waktu yang cuma dua puluh menit terasa dua jam ketika orang sedang menunggu antrian karcis di bioskop, namun justru dua jam menikmati film yang memikat terasa cuma dua puluh menit lamanya?

Di tangan trainer NLP yang hebat, pendekatan distorsi waktu mampu menyulap pelajaran yang lamanya dua jam menjadi terasa hanya dua puluh menit saja. Kebalikannya, Milton H Erickson, bapak hipnoterapis modern, justru mampu menginduksi hipnosis seorang pasiennya yang kegemukan, sehingga si pasien merasa waktu untuk mengangkat sendok dan garpu saja terasa masing-masing dua puluh menit lamanya. Akhirnya si pasien ini enggan meneruskan santapannya – dan otomatis mengurangi asupan makannya – karena benaknya berpendapat bahwa untuk menyelesaikan satu suapan saja sudah memakan waktu lebih dari 40 menit!

Hipnosis, di tangan ahlinya memang bisa menjadi sarana yang sangat ampuh untuk melakukan terapi, pembelajaran, selling, parenting, kepemimpinan dan komunikasi penting lainnya.

Sumber :
Buku # 3 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

September 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *