Wasiat Terakhir

Seorang motivator yang sangat ternama di zamannya tengah terbaring lunglai di ranjang sebuah panti jompo. Ia tengah menunggu ajalnya dengan ditemani satu-satunya cucu yang masih mau merawatnya, karena semua keluarganya sudah tidak peduli lagi kepadanya. Ia berujar:

Cucuku,

Kamu tahu, ketika kakek masih muda, masih punya idealisme yang tinggi, tangguh dan bisa berpetualang dengan bebas, kakek pernah bersumpah untuk mengubah dunia. Itulah sebabnya kakek memilih menjadi seorang motivator.

Pada saat kakek menjadi semakin dewasa, matang dan bijaksana, kakek sadar bahwa dunia tak akan berubah, dan kakek akhirnya mengubah sasaran menjadi lebih sederhana. Kakek memutuskan hanya ingin mengubah negeri kakek saja.

Namun hal ini tidak bertahan lama, karena setelah itu kakek tahu bahwa ini pun tampaknya tak dapat diubah.

Tahun berganti dan melalui pengembaraan serta perjalanan menembus relung-relung kehidupan, lewat tekad yang kuat kakek berupaya dengan gigih untuk mengubah keluarga kakek saja, orang-orang yang punya relasi paling akrab dengan kakek. Kenyataannya? Mereka pun tidak jauh berbeda.

Sekarang, di sini (sambil menggenggam tangan cucunya), di bawah kaki malaikat elmaut, kakek baru menyadari: “Coba saja kalau dari dulu kakek mula-mula mau mengubah diri kakek saja, lewat panutan misalnya, mungkin kakek akan berhasil mengubah keluarga kakek.”

Lewat perubahan keluarga, mereka bisa ikut memotivasi dan mendorong kakek untuk bisa memperbaiki negeri kakek. Dengan cara itu pula barangkali kakek bisa ikut mengubah dunia.

Cucuku,

Ingat pesan kakek: “Mulailah dari hal-hal kecil, mulailah dari dirimu sendiri dan mulailah dari sekarang….” *) Pelan-pelan si kakek memejamkan matanya setelah si cucu tampak mahfum dengan wasiat terakhirnya.

*******

*) Penghormatan: Kata-kata bergaris tebal di atas saya kutip dari almarhum Prof. Dr. Ayat Rohaedi, pembimbing skripsi saya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI) tahun 1981-1982. Dalam banyak kesempatan almarhum sering melontarkan kata-kata bijak di atas. Dulu saya tidak paham apa maksudnya, kini sudah menjadi agenda harian dalam hidup saya. Terima kasih, Mang Ayat!

Sumber:
Bakul (buku) ke-2 dari serial buku Beras Kencur dengan judul Perusahaan yang Terhipnosis.
Merupakan buku terbaru RH Wiwoho, terbit Mei 2010.

 

Agustus 2010

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *