
BAGAIMANA ORANG TERINSPIRASI :
Dari Gagasan atau Penderitaan
Anda tentu sering mendengar tebakan ini:
“Mana yang lebih dulu, ayam atau telur?”
Mau dibahas dengan cara apapun, pertanyaannya tetap akan menjadi misteri.
Tak ada jawaban yang benar-benar sahih.
Pertanyaan berikut juga sama.
“Apakah Anda perlu terinspirasi lebih dulu untuk memperoleh aspirasi atau Anda membutuhkan aspirasi untuk mendapatkan inspirasi?”
Lebih jelasnya begini….
Seseorang mungkin berpendapat bahwa untuk memiliki keinginan yang kuat guna mencapai sesuatu, Anda harus punya inspirasi.
Di sisi lain, orang mengatakan bahwa agar terinspirasi, Anda mungkin perlu memiliki aspirasi atau cita-cita terlebih dahulu.
Ini sangat mirip dengan pertanyaan tentang ayam dan telur, bukan? Tidak ada jawaban pasti. Mengenai inspirasi versus aspirasi tadi, alih-alih berfokus mencari jawaban yang benar, tindakan yang terbaik adalah menemukan cara untuk membuat orang terinspirasi. Bagi sebagian orang, inspirasi membantu mereka agar tetap termotivasi dan menjadi pemenang (great achievers).
Lalu, bagaimana caranya orang memperoleh inspirasi? Sahabat, Kadang perasaan frustrasi dapat memaksa seseorang untuk mencari inspirasi.
Sementara yang lainnya mendapat inspirasi justru ketika mengalami keadaan yang tidak menyenangkan.
Dua-duanya sama-sama tidak menyenangkan. Tapi siapa bilang jalan menuju kemenangan selalu mulus?
Ambil contoh kasus karyawan yang gajinya pas-pasan. Penghasilannya benar-benar hanya cukup untuk menghidupi keluarganya.
Setiap kali pulang kerja, dia melihat sebuah keluarga kecil duduk di pinggir jalan menunggu belas kasihan orang yang lewat. Di sampingnya bertengger sebuah gerobak reyot.
Bisa makan 2 kali sehari saja mereka sudah sangat senang. Boro-boro punya gubuk, gerobak reyot itulah tempat mereka melepas penat di malam hari.
Si karyawan tadi ingin sekali membantu meringankan beban hidup tunawisma itu, namun ia merasa tidak berdaya sama sekali. Hidupnya sendiri pun pas-pasan.
Rasa tidak berdaya ini mendorongnya untuk berjanji pada dirinya sendiri, bahwa keluarganya tidak akan pernah mengalami kemiskinan seperti yang dia lihat.
Perasaan frustrasi dan tak berdaya atau desperasi ini memberinya inspirasi untuk bercita-cita menggapai kehidupan yang lebih baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya.
Ketakutan bahwa keluarganya akan mengalami kesusahan ekonomi, membuatnya bertekad melakukan sesuatu untuk meningkatkan stabilitas keuangannya.
Kalau Anda pernah membaca perjalanan hidup Anthony Robbins, tentu Anda ingat. Dia menjadi sehebat itu karena di masa remajanya mengalami tekanan hidup yang luar biasa. Nasibnya sebegai produk broken home telah memberinya kekuatan luar biasa untuk mengubah keadaan dan mengejar sukses.
Saya yakin Andapun setuju bahwa orang sukses atau para pemenang bisa menjadi sumber inspirasi yang efektif.
Orang cenderung lebih menghargai orang-orang yang berhasil mencapai puncak, baik secara popularitas dan terlebih secara materi.
Mereka membayangkan bagaimana rasanya menjadi seperti idolanya, dan berfokus agar dirinya dapat memiliki jalur yang sama menuju ke arah idolanya. Mereka mencari tahu masa lalu dan mempelajari perjuangan idolanya dalam mengatasi segala kesulitan yang dihadapinya.
Orang yang ingin terinspirasi cenderung akan mengamati atau bergaul dengan orang-orang sukses dan kemudian memodelnya. Ambisius dan memiliki impian besar dapat membuat inspirasi seseorang tetap hidup. Itulah mengapa orang sukses umumnya punya ambisi besar. Mungkin Anda beropini bahwa ambisius terkesan negatif. Tidak juga.
Berambisi itu sebenarnya bagus, asalkan tidak menginjak kaki orang lain. Dan yang penting, memberikan inspirasi kepada sesama. Keinginan yang kuat dapat memicu orang untuk mendapatkan inspirasi serta aspirasi untuk menggapainya.
Namun lagi-lagi, tetap harus dalam koridor yang benar dan tidak menyakiti siapapun di sepanjang prosesnya. Barangkali Anda sering mendengar kisah-kisah inspiratif ini..
Yang pertama, berkaitan dengan popularitas.
Akhir-akhir ini begitu banyak orang yang menginginkan popularitas. Aspirasinya, ingin menjadi sosok yang terkenal di masyarakat. Ia lalu menyetel pandangannya lebih tinggi. Tujuannya, agar ia dikenal, dihormati dan diidolakan masyarakat.
Kalau Anda cermati, saat ini banyak sekali platform yang bisa mengakomodasi aspirasi seseorang untuk menjadi terkenal. Menjadi artis atau selebriti menjadi jalan pilihan. Kalau tidak bisa menjadi artis film atau televisi, seseorang masih bisa beken menjadi selebgram, artis TikTok, dsb. Banyak jalan untuk menuju terkenal.
Kisah yang lain adalah tentang cinta. Ya… cinta dapat menjadi motivator yang kuat.
- Cinta seorang pria pada seorang gadis telah mendorongnya untuk terus mengejar si gadis. Segalanya dia lakukan untuk mendapatkan balasan cintanya. Sampai akhirnya dia berhasil menikahi gadis pujaannya itu.
- Cinta seorang suami kepada istrinya telah memotivasi dia untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya, agar bisa menafkahi dan membahagiakan keluarganya dengan sangat baik.
- Bagi Anda yang pernah memiliki foto polaroid… itu adalah bukti nyata cinta sang ayah kepada anaknya yang ingin mendapatkan gambar langsung seusai jepretan kamera. Aspirasi sang anak memberikan inspirasi bagi ayahnya untuk menciptakan kamera polaroid.
Cinta memberikan percikan dan memupuk mimpinya untuk menggenggam aspirasi terbaik yang ditawarkan kehidupan untuknya dan keluarganya.
Banyak sumber inspirasi yang dapat membantu Anda dalam meraih kesuksesan dalam hidup. Jadi, perdebatan tentang mana yang lebih dulu – apakah inspirasi atau aspirasi – saya kira sudah tidak relevan lagi.
Yang justru penting adalah menemukan sumber inspirasi sejati dan tetap fokus dalam mencapai aspirasi/cita-cita, serta semua impian Anda.
NOTE
- Aspirasi: harapan atau ambisi untuk mencapai sesuatu.
- Inspirasi: proses yang dirangsang oleh mental untuk melakukan sesuatu
Sumber:
Channel Youtube RH Wiwoho

Link Youtube : BAGAIMANA ORANG TERINSPIRASI : Dari Gagasan atau Penderitaan
Juni 2020