IndoNLP

MOTIVASI ANJLOK GEGARA PANDEMI?
BAGAIMANA MENYIASATINYA?

 

Sejak kasus Covid-19 di Indonesia pertama kali ditemukan, hingga kini, satu setengah tahun

kemudian, pandemi Covid-19 belum juga selesai. Sepanjang waktu itu pula seluruh tatanan

kehidupan berubah, baik kehidupan sosial, bisnis, spiritual, dan terutama kehidupan pribadi. Dari

keharusan bekerja secara jarak jauh (working from home — wfh) hingga terpaksa merasa

nyaman dengan hanya berolah raga di rumah saja, pandemi Covid-19 telah mencerabut

sebagian besar rutinitas kita. Tentu saja ini mengganggu motivasi kita.

Motivasi cenderung akan turun ketika Anda merasakan defisit dalam tiga bidang utama

kehidupan, yakni: kebebasan, kompetensi, dan komunikasi. Covid memusnahkan ketiga K

tersebut secara instan.

Lalu bagaimana caranya mengatur hidup serta rutinitas sehingga Anda merasa lebih termotivasi

pada tujuan, tetap fokus di tempat kerja atau mencoba membangun resolusi hidup yang baru?

Inilah saran dari beberapa riset agar Anda bisa kembali atau merasa lebih termotivasi:

 

  1. Agendakan ritual harian.

Sebuah studi di tahun 2018 dari Universitas Harvard menyimpulkan bahwa ritual, yakni urutan

tindakan yang telah ditentukan sebelumnya yang ditandai dengan rigiditas dan repetisi atau

pengulangan, mampu meningkatkan pengendalian diri dan perasaan disiplin diri seseorang.

Ritual tidak harus hal yang rumit, bisa saja sebuah rutinitas kecil yang Anda lakukan setiap hari.

Misalnya, meletakkan baju olahraga di samping tempat tidur sehingga Anda terpantik untuk

berolahraga di pagi hari.

Contoh lain, bermeditasi atau bersantai setelah Anda selesai menemani anak-anak Anda belajar

daring, atau menyirami kebun Anda setelah selesai wfh.

Seiring waktu, ritual mengotomatisasi perilaku. Ketika sebuah kebiasaan menjadi otomatis, hal

ini akan membebaskan energi mental Anda. Maka Anda pun kemudian dapat berfokus pada

hal-hal lain yang membutuhkan lebih banyak waktu atau energi.

 

  1. Siapkan anchor atau ‘isyarat rutin’.

Kita terprogram untuk menempa asosiasi antara diri kita dan isyarat di lingkungan yang

memicu kita untuk melakukan sesuatu. Ini bisa berupa apa saja, mulai dari bergegas keluar

saat mendengar bunyi bel rumah hingga mengeluarkan kunci untuk membuka pintu saat Anda

kembali dari bepergian.

 

Selama pandemi, anchor (penanda atau isyarat) yang biasanya mendorong Anda untuk

melakukan sesuatu (seperti bermotor ke kantor dan merasa siap untuk bekerja atau mampir ke

gym dalam perjalanan pulang Anda) telah terganggu. Faktanya, orang yang wfh mungkin secara

tidak sadar merasa asing dengan anchor (seperti sofa atau TV) yang biasanya hanya mereka

nikmati di akhir pekan.

Menciptakan anchor di lingkungan fisik Anda akan membantu Anda tetap pada jalurnya.

Misalnya, jika Anda wfh, tentukan ruang kerja Anda. Dengan begitu, Anda akan merasa siap

secara fisik dan mental untuk bekerja saat Anda memasuki ruang itu — dan dapat memutus

keterhubungan saat Anda berada di tempat lain.

 

  1. Jangan terlalu keras pada diri sendiri.

Ada dua jenis motivasi: intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah melakukan sesuatu

semata-mata untuk mendapat kesenangan dari aktivitas itu sendiri — tidak terfokus pada hasil,

penghargaan atau bahkan hukuman. Sedangkan yang ekstrinsik, didorong oleh penghargaan

atau hukuman eksternal.

Motivasi Anda bisa pasang surut. Bisa saja Anda memulai sesuatu dengan sangat termotivasi

secara ekstrinsik, tetapi kemudian seiring waktu ketika Anda menguasainya, atau itu menjadi

bagian dari identitas Anda, akhirnya berubah menjadi intrinsik dan benar-benar Anda nikmati.

Satu hal yang sering menghalangi motivasi adalah ketika orang menginternalisasi tekanan atau

umpan balik eksternal, serta menghubungkan kinerja mereka dengan harga diri dan ego mereka.

Ketika harga diri dan ego Anda terbungkus dalam kinerja Anda, perasaan negatif tentang diri

Anda dapat menghambat kemampuan Anda untuk mencapai tujuan.

Jadi, penting untuk mengetahui dari mana datangnya tekanan dan tidak terlalu keras pada diri

sendiri.

 

  1. Hadiahi diri Anda dengan cara yang benar.

Hadiah dapat meningkatkan motivasi atau keinginan intrinsik Anda untuk melakukan suatu

aktivitas. Namun waktu (timing) pemberian hadiah sangatlah penting. Idealnya, Anda harus

memasangkan aktivitas dengan sesuatu yang menurut Anda menyenangkan untuk dilakukan

selama atau setelah aktivitas.

Jadi, saat Anda berolah raga di treadmill, misalnya, Anda bisa menonton acara Netflix favorit

sebagai “hadiah”. Atau, Anda bisa menikmati camilan seperti secangkir kopi atau sepotong

cokelat sambil mengerjakan tugas kerja yang membosankan. Kuncinya adalah memastikan

hadiahnya tidak merusak diri sendiri.

 

  1. Beri ruang untuk momen positif.

Menemukan cara untuk menumbuhkan emosi positif setiap hari dapat berdampak nyata pada

motivasi dan produktivitas Anda. Hal-hal kecil seperti menonton video lucu atau mengirim WA ke

teman adalah contohnya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengalami emosi positif dapat

meningkatkan kinerja, kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial, keterlibatan di masyarakat,

dan juga pendapatan Anda.

 

Sebaliknya, emosi negatif cenderung mempersempit fokus dan membuat Anda tidak ingin

keluar dari zona nyaman Anda.

Apa solusinya?

Ada kalanya seseorang merasa tidak termotivasi. Jadi, penting untuk mengenali apa pemicunya,

dan mengatasinya untuk membantu mendapatkan motivasi kembali.

Misalnya, ketika Anda merasa kelelahan karena terlalu banyak bekerja sehingga Anda kurang

termotivasi, itu bisa menjadi “teriakan sinyal” bahwa Anda perlu mengurangi load pekerjaan atau

bahkan beristirahat.

Pemicu umum lain turunnya motivasi adalah ketika Anda mendapatkan umpan balik negatif,

seperti: penolakan, kritik atau evaluasi buruk. Pada saat-saat seperti ini, Anda mungkin merasa

ego Anda terancam. Solusinya adalah membangun kembali motivasi secara alami dengan

menyingkirkannya, melakukan hal-hal lain dan kemudian kembali lagi. Singkatnya, cobalah

lakukan shifting focus dan kemudian kembali lagi.

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki rencana darurat (plan B) yang sangat spesifik dan

konkret untuk saat-saat ketika Anda merasa motivasi Anda turun, bisa menjadi efektif. Buat

skrip di kepala Anda tentang apa yang akan Anda lakukan. Ini semacam mengotomatisasi

perilaku, sehingga Anda tidak harus merasa lumpuh atau benar-benar tidak berdaya saat berada

pada kondisi itu.

 

Selamat mencoba dan tetaplah termotivasi.

 

 

 

Sumber:  
Channel Youtube
RH Wiwoho
 

Link Youtube: MOTIVASI ANJLOK GEGARA PANDEMI? BAGAIMANA MENYIASATINYA?

 

 

 

Januari 2022