BERKOMITMEN UNTUK BAHAGIA

BERKOMITMEN UNTUK BAHAGIA

 

  • Kadang saya suka berpikir, mengapa Anda tidak membuat komitmen pribadi untuk bahagia,terlepas dari apapun kehidupan yang Anda hadapi.

    Memang, ada banyak sekali hal yang tidak dapat Anda kendalikan di dunia ini. Satu-satunya

    hal yang masih dapat Anda lakukan adalah mencegah agar semua itu tidak membuat penyok

    semangat Anda.

    Kebahagiaan adalah sesuatu yang harus Anda bangun sendiri. Dan, orang lain tak dapat

    merebutnya dari Anda.

    Hal yang wajar, ketika ada saat-saat dimana segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang Anda

    inginkan.

    Misalnya:

    – Bisa saja sahabat terbaik Anda di tempat kerja ternyata ular kepala dua yang haus kekuasaan.

    Di belakang Anda, ia siap mematuk di setiap kesempatan.

    – Promosi yang Anda kerjakan dengan susah payah ternyata malah jatuh ke tangan orang lain.

    – Pasangan Anda mungkin memutuskan untuk meninggalkan Anda, sehari sebelum ulang tahun

    perkawinan kalian.

    – Atau… Sebagian besar tabungan Anda ludes di tengah kehancuran ekonomi akibat pandemi kali

    ini.

    Hal-hal seperti ini dapat terjadi pada orang yang paling penyabar, termotivasi, bersikap hati-hati,

    dan rasional sekalipun.

    Keputusan apakah Anda akan bangkit atau membiarkan diri Anda jatuh terpuruk akibat rasa

    sakit dan penderitaan itu, sepenuhnya terserah pada Anda.

    Anda dapat membiarkan kemalangan membentuk sebagian besar hidup Anda.

    Namun, Anda juga harus tahu, bahwa Anda dapat memilih untuk meninggalkan masa lalu dan

    segera move on.

    Sikap ramah dan perhatian seseorang terhadap orang lain tidak boleh dimotivasi oleh pamrih

    untuk mendapatkan balasan yang sama baik atau perlakuan yang istimewa dari orang tersebut.

    Sahabat, terlepas dari bagaimana baik dan bertanggung jawabnya Anda menjalani hidup, akan

    selalu ada orang yang merespon negatif atau enggan berbagi motivasi dengan Anda.

    Orang punya hak untuk bertindak sesuai dengan keinginan mereka. Begitu pun saya, tidak punya

    hak untuk menilai apakah perilaku mereka dapat diterima atau tidak. Mereka harus memikul

     

    tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Anda pun sama.

    Jika Anda meratapi nasib Anda sendiri, itu sama saja Anda hanya melanjutkan kedzoliman yang

    telah mereka lakukan terhadap Anda.

    Sudah seharusnya Anda berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terganggu dengan tindakan

    orang-orang seperti itu.

    Ingatlah…

    ▪Ada banyak hal yang bisa Anda syukuri hingga Anda berada di titik pencapaian sekarang ini.

    ▪Masih ada pengalaman yang belum dijelajahi, di mana Anda dapat menemukan pengayaan dan

    makna.

    ▪Masih ada orang lain yang akan menyukai Anda apa adanya, terlepas dari siapa Anda.

    Jika Anda menghabiskan waktu dengan gerutuan, rasa kesal dan keluhan hidup yang penuh

    kesengsaraan, bagaimana mungkin Anda dapat menyadari segala kenikmatan yang sejatinya

    sudah Anda genggam selama ini?

    Di dunia ini, cukup banyak orang yang merasa tidak bahagia. Mereka sibuk menyalahkan diri

    sendiri, menghujat orang lain, membalas dendam atau mencari kompensasi.

    Apa yang mereka dapatkan?

    Boro-boro merasa terpuaskan, itu hanya buang-buang waktu dan semangat saja.

    Kalau sudah begini, benar kata Albert Camus:

    “Agar bahagia, kita tidak harus terlalu peduli dengan orang lain.”

 

 

 

Sumber:  
Channel Youtube
RH Wiwoho
 

Link Youtube:

BERKOMITMEN UNTUK BAHAGIA

Juli  2022