
BUKTI CINTA NENEK PADA CUCUNYA
Amerika Serikat pernah memiliki seorang walikota yang sangat dipuji dan dicintai warganya. Adalah Fiorello LaGuardia, yang di tahun 1930 an memimpin New York City, dipuji atas keputusannya dalam mengadili seorang nenek tua pencuri roti.
Kisah nyata ini terjadi di musim dingin tahun 1935. Saat itu perekonomian Amerika Serikat sedang suram dan terpuruk. Suasana penghematan menyelimuti seluruh kota New York. Anak-anak tunawisma berkeliaran di jalan-jalan, dan ribuan orang berjuang menghidupi keluarganya dalam tekanan yang luar biasa berat.
Pada suatu malam yang dingin di pertengahan Januari 1935, pengadilan menggelar sidang di lingkungan termiskin di wilayah New York. Walikota Fiorello LaGuardia bertindak sebagai hakim, mengadili seorang wanita yang sudah tua dan lusuh, dengan dakwaan mencuri roti.
Duduk di kursi khusus, Walikota LaGuardia bertanya kepada terdakwa: “Anda dituduh mencuri roti, bagaimana tanggapan Anda? ” Wanita tua itu menjawab sambil menunduk: “Yang mulia, saya mengaku bersalah. Memang benar saya telah mencuri roti itu.” LaGuardia kembali bertanya: “Mengapa Anda mencurinya? Apakah karena Anda lapar? ” “Pak Hakim, saya memang sangat lapar. Tapi jika hanya saya saja yang kelaparan, saya tidak akan mencuri.
Menantu laki-laki saya telah meninggalkan kami, sementara putri saya terbaring sakit. Saya membutuhkan roti itu untuk memberi makan kedua cucu saya yang kelaparan. Kami tak punya uang untuk membeli makanan, Yang Mulia,” kata wanita itu sambil berurai air mata. Suasana menjadi hening, hanya terdengar bisik-bisik lirih para pengunjung sidang. Sang walikota menghela nafas, melihat sekeliling ruang sidang, lalu menoleh ke wanita tua itu dan berkata:
“Saudara terdakwa, Anda telah mengakui dakwaan itu. Karenanya, saya harus menghukum Anda.
Hukum selalu adil dan tidak memberikan hak istimewa atau pengecualian untuk setiap individu. Anda diperintahkan untuk membayar denda $ 10, atau dipenjara selama sepuluh hari. Mana yang Anda pilih?”
Wanita tua itu menjawab:
“Pak Hakim, jika saya punya $ 10, tentu saya tidak akan mencuri roti itu. Jadi, saya bersedia dipenjara selama 10 hari. Tapi bagaimana dengan nasib putri saya dan kedua anaknya? Siapa yang akan merawat dan memberi makan mereka?” Sang Walikota tersenyum. Dia mengambil sepuluh dolar dari sakunya dan mengulurkannya ke arah terdakwa.
“Ambillah $ 10 ini untuk membayar dendamu, dan Anda segera dibebaskan!” Lalu pandangannya beralih ke kerumunan pengunjung sidang. Dengan nada marah ia berseru: “Dan untuk Anda sekalian yang ada di ruang sidang ini, Anda diperintahkan untuk membayar denda masing-masing 50 sen! Ini adalah denda untuk ketidakpedulian kalian, sehingga memaksa wanita miskin ini mencuri roti demi anak-anak yang kelaparan.
Petugas pengadilan, tolong kumpulkan dendanya dan berikan seluruhnya kepada terdakwa.” Setiap orang yang hadir di persidangan itu terkejut. Satu per satu, mereka berdiri dan memberikan koin 50 sen.
Keesokan harinya, berita itu terpampang di surat kabar New York City: $ 47,50 diberikan kepada seorang wanita putus asa yang ‘dipaksa’ mencuri roti untuk memberi makan cucu-cucunya yang kelaparan. Sebuah inspirasi! Bahkan pemilik toko roti, polisi New York City dan para pengunjung sidang bersedia membayar denda masing-masing 50 sen untuk tujuan yang meluruhkan hati ini.
Albert Einstein yang jenius pernah berkata: “Dunia tidak dihancurkan oleh mereka yang melakukan kejahatan, tetapi oleh mereka yang melihat dan tidak melakukan apa-apa.” Mungkin karena itulah Walikota Fiorello LaGuardia berdiri untuk ‘menghukum’ ketidakpedulian penonton di pengadilan pencuri roti. Ketidakpedulian terhadap penderitaan bisa menimbulkan luka yang tidak pernah sembuh.
Einstein bukanlah tokoh pertama yang menyerukan tanggung jawab kolektif. Sebelumnya, ada Buddha yang selalu mengajarkan welas asih. Mengapa kita harus memikirkan orang lain? Karena hanya kasih sayang dan kebaikanlah yang menghasilkan kehangatan dan mendekatkan satu sama lain. Uang, kemuliaan dan ketenaran tidak pernah bisa membuat kita bahagia seutuhnya.
CINTA-lah yang bisa memperjuangkan kebaikan bersama dan membawa kita ke jalan yang bajik dalam hidup.
Kita bersyukur mendapat teladan Walikota Fiorello LaGuardia yang unik dan cemerlang.
Sumber:
Channel Youtube RH Wiwoho

Link Youtube : BUKTI CINTA NENEK PADA CUCUNYA
Juli 2020