KEMANA HARTAKU SETELAH AKU PERGI?

KEMANA HARTAKU SETELAH AKU PERGI?

 

Setiap orang harus bertanggungjawab pada dirinya sendiri, pun ketika memasuki fase tua dalam perjalanan hidupnya. Inspirasi dari tulisan berikut adalah pengalaman dan perasaan Chi Jin Shan, seorang pensiunan sastrawan yang tinggal di HuBei, China, ketika memasuki masa pensiunnya.

Memasuki masa pensiun, seyogyanya Anda sudah memiliki gambaran akan menjalani sisa perjalanan hidup ini seperti apa. Dimana Anda akan tinggal, dan akan Anda apakan harta yang selama ini Anda kumpulkan.

Di masa tua, Anda bisa memilih untuk tinggal di rumah Anda sendiri, tinggal bersama keluarga atau kerabat, atau tinggal di panti wreda. Masing-masing ada konsekuensinya.

Ketika Anda memilih untuk tetap tinggal di rumah Anda sendiri, baik seorang diri maupun bersama pasangan Anda, maka Anda harus siap untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, merawat rumah sendiri, mengurus semua keperluan dan urusan Anda sendiri, termasuk pergi ke bank, membayar tagihan dan mengurus dokumen.

Jika kondisi keuangan Anda baik, maka Anda dapat menggaji asisten untuk membantu mengurus rumah. Namun untuk beberapa hal penting Anda tetap harus mengerjakannya sendiri.

Hal yang melegakan dari pilihan ini adalah, Anda memiliki kebebasan penuh untuk mengatur diri Anda dan melakukan hal-hal yang Anda sukai tanpa rasa was-was ada anggota keluarga yang akan merasa terganggu.

Lain lagi ketika Anda memutuskan untuk tinggal bersama keluarga, entah itu anak cucu atau kerabat. Konsekuensinya akan berbeda lagi. Anda tidak lagi harus melakukan segala sesuatunya sendiri karena bisa dilakukan bersama-sama atau berbagi tugas. Anda juga memiliki teman untuk mengobrol atau setidaknya memberitahu ketika Anda sakit.

Namun, Anda jangan berharap untuk diperhatikan 100 persen, karena masing-masing memiliki kesibukan dengan urusannya. Bahkan mungkin untuk sekedar meminta dibantu mengganti kancing baju yang copot, belum tentu mereka memiliki waktu. Dan kalaupun bersedia, hal itu dilakukan dengan terpaksa. Belum lagi, setiap keluarga tentu memiliki aturan-aturan tidak tertulis yang wajib dipatuhi seluruh anggota yang tinggal di rumah itu, suka atau tidak suka.

Kebebasan Anda dibatasi oleh aturan-aturan serta toleransi di dalam keluarga Anda.

Pilihan ketiga adalah tinggal di panti wreda. Hingga saat ini, jarang sekali orang yang menjadikan panti wreda sebagai pilihan untuk menghabiskan hari tua. Bahkan sebagian masih beranggapan bahwa tinggal di panti wreda identik dengan dibuang oleh keluarga. Padahal, tinggal di panti wreda sesungguhnya memiliki segudang kebaikan.

Di sana Anda akan tinggal bersama orang-orang sebaya yang akan menjadi keluarga baru buat Anda. Kebutuhan makan tersedia, pakaian sudah ada yang mengurus, kesehatan Anda terpantau dengan baik, tidak perlu mengurus pembayaran tagihan listrik dsb, dan Anda diberi waktu untuk melakukan aktivitas hobi. Memang, untuk mendapatkan itu semua Anda harus membayar cukup mahal.

Ketika memutuskan untuk tinggal di panti wreda, Anda hanya perlu membawa beberapa lembar baju yang akan Anda pakai di sana, beberapa barang koleksi kesayangan, dokumen dan surat-surat penting, serta beberapa barang lain yang benar-benar Anda perlukan.

Itu artinya Anda akan meninggalkan rumah dengan segala furniturnya; peralatan dapur yang lengkap; baju-baju yang tersimpan di beberapa almari; barang-barang elektronik seperti kulkas, AC, mesin cuci, dsb; koleksi buku-buku yang menghiasi rak atau almari; souvenir yang sudah Anda kumpulkan selama bertahun-tahun, atau koleksi tanaman hias yang Anda sayangi.

Jika Anda renungkan kembali, sesungguhnya barang-barang yang Anda kumpulkan itu tak semuanya Anda gunakan, sebagian besar justru hanya menjadi pajangan dan hanya sesekali dilihat atau dipegang. Namun untuk merawat dan menjaganya, Anda mengeluarkan effort yang luar biasa, karena kemelekatan yang Anda ciptakan terhadap barang-barang tersebut.

Lalu akan dikemanakan semua harta itu ketika Anda tinggalkan? Semahal apapun, belum tentu anak Anda mau memakai baju-baju Anda, karena fashion style-nya pasti berbeda. Belum tentu juga mereka mau menampung furnitur Anda yang sudah ketinggalan jaman, atau buku-buku yang tidak mereka minati sama sekali. Pada akhirnya, semua harta yang Anda kumpulkan dengan susah payah dan juga uang yang tak sedikit itu akan terbuang sia-sia.

Belajar dari hal-hal di atas, maka dapat dipahami mengapa orang-orang terkenal seperti Bill Gates, Warren Buffet, atau Mark Zuckerberg menjalani hidupnya dengan sederhana, namun gemar mendonasikan sebagian hartanya. Mereka menyadari bahwa harta tak dibawa mati, dan jika didermakan justru akan lebih berarti.

Memasuki masa tua, Anda hanya memerlukan lemari dengan baju seperlunya, serta tempat tidur yang nyaman. Yang justru dibutuhkan adalah kesehatan badan yang terawat dengan baik, agar dapat menjalani hari tua dengan gembira. Jika kesehatan Anda baik, Anda tak perlu tergantung pada bantuan orang lain. Jika kesehatan Anda buruk, itu menjauhkan Anda dari kebahagiaan.

Rencanakanlah tahap terakhir dari perjalanan hidup ini dengan bijak. Lupakan semua obsesi memiliki barang-barang koleksi dan hentikan beban kemelekatan pada harta benda.

Toh barang-barang itu tidak bisa Anda bawa kemana-mana. Yang selalu Anda bawa kemana pun Anda pergi adalah badan Anda sendiri.

Jadi, mempunyai badan yang sehat lebih penting daripada apapun juga di dunia ini!

 

 

 

Sumber:  
Channel Youtube RH Wiwoho
 

Link Youtube : KEMANA HARTAKU SETELAH AKU PERGI?

 

 

April   2021