IndoNLP

KETIKA SAYA MENDEKATI USIA 70 TAHUN

 

Fase kehidupan setiap orang pada umumnya melewati masa bayi, remaja, dewasa dan akhirnya menua.

Setiap fase memiliki fokus dan prioritasnya masing-masing.

Ketika remaja, mungkin fokusnya pada pendidikan dan pencarian jati diri. Ketika dewasa, mulai berfokus pada karir dan keluarga. Dan ketika menua, kembali berfokus pada diri sendiri.

Setelah sekian puluh tahun berjuang dan memikul tanggungjawab keluarga, kinilah saatnya mensyukuri dan menjalani hidup dengan cara berbeda. Cara-cara yang lebih arif, lebih welas asih dan bermakna.

Misalnya, lebih rajin beribadah, lebih seksama menjaga kesehatan, lebih senang mencari ketenangan, atau memilih untuk menciptakan kesenangan/kepuasan batin dengan menjadi berkah bagi orang lain.

 

Saya, melewati usia 60 tahun dan menuju 70 tahun, memiliki beberapa outcome/komitmen.

Beberapa sudah saya lakukan sejak awal, sebagian lagi sedang dan akan terus saya lakukan ke depan.

 

Inilah beberapa komitmen yang sudah, sedang, dan akan saya jalankan itu.

  1. Setelah mencintai orang tua, saudara, pasangan, anak-anak dan teman-teman saya, kini giliran saya mencintai diri saya sendiri.

 

  1. Dunia tidak berada di pundak saya, dan saya pun menyadari bahwa saya memiliki keterbatasan. Saatnya untuk berbagi beban dan tanggung jawab.

 

  1. Berhenti tawar-menawar dengan pedagang kecil. Selisih rupiah yang tidak seberapa tidak akan membuat saya kaya. Mungkin itu malah bisa membantu si pedagang menabung untuk membayar biaya sekolah anaknya.

 

  1. Selalu memberi tip kepada pelayan restoran. Uang ekstra yang dia terima mungkin akan membuatnya gembira dan lebih semangat bekerja.

 

  1. Sabar mendengarkan cerita orang tua, meskipun mereka telah menceritakannya belasan kali. Itu dapat membantu mereka menyusuri jalan kenangan dan menghidupkan kembali masa lalunya.

 

  1. Tidak terusik maupun mengusik kesalahan orang lain. Tak ada manusia yang sempurna, yang luput dari kesalahan. Bagi saya, ketenangan lebih berharga ketimbang kesempurnaan.

 

  1. Memberikan pujian dengan tulus. Pujian adalah penambah suasana hati, tidak hanya bagi penerimanya, tetapi juga bagi saya sendiri. Sebaliknya, ketika saya menerima pujian, cukup mengucapkan terima kasih dan tidak perlu merasa jumawa.

 

  1. Lebih berfokus menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari ketimbang berfokus pada penampilan. Jadi, setitik noda di baju tidak akan mampu mengusik saya. Kepribadian lebih berbicara daripada penampilan.

 

  1. Menjauh dari orang yang tidak menghargai saya. Mereka mungkin tidak tahu nilai saya, tapi saya tahu siapa diri saya. Dan, bukankah hidup sebaiknya saling menghargai?

 

  1. Alih-alih berpikir untuk membalas dendam ketika dihina atau didzolimi orang, saya lebih memilih untuk bertahan tidak melakukan hal yang sama pada orang lain.

 

 

  1. Menghargai emosi saya sendiri. Saya tidak malu untuk mengekspresikan rasa sedih, gembira, kaget, takjub dsb, karena emosi itulah yang menjadikan saya manusia seutuhnya.

 

  1. Tak perlu memiliki banyak teman tapi tidak saling care dan menghargai. Cukup beberapa sahabat saja namun yang bisa membuat saya merasa senang, tenang dan bermakna.

 

  1. Lebih baik melepaskan ego daripada memutus persahabatan. Mengutamakan ego dapat membuat saya jauh dari sahabat. Dengan menjaga persahabatan, saya tidak akan pernah sendirian.

 

  1. Selalu berpikir seolah-olah ini adalah hari/kesempatan terakhir, sehingga saya tidak menyia-nyiakannya untuk selalu melakukan kebaikan dengan cara-cara yang baik.

 

  1. Saya melakukan apa saja yang membuat saya bahagia, karena sayalah yang bertanggung jawab atas kebahagiaan saya sendiri. Kebahagiaan itu pilihan, bukan? Anda bisa bahagia dengan cara apa saja dan kapan saja. Pilih saja sendiri, asal tidak menyikut orang lain!

 

 

Sahabat, saya memutuskan untuk mengirimkan pesan ini kepada banyak orang, tanpa harus

menunggu usia saya mencapai 70 tahun.

 

Untuk hal baik, mengapa kita tidak mempraktikkannya pada tahap dan usia berapa pun?

 

 

Sumber:  
Channel Youtube RH Wiwoho
 

Link Youtube : KETIKA SAYA MENDEKATI USIA 70 TAHUN

 

 

 

Mei   2020