Membangun Kesan Pertama – Tips NLP untuk para Dokter (Bag. 3)

Artikel ini lanjutan dari bulan sebelumnya jika belum membaca klik disini

 

Saran lain adalah menempatkan “kunci” yang pas pada suara Anda. Artinya, orang yang secara periodik menggunakan suaranya harus tahu menempatkan “kunci nada” yang tepat, namun masih tetap bisa memainkan nada tinggi dan rendahnya. Dengan mengenali kunci suara bicara Anda – yang berubah dari hari ke hari berdasarkan tingkat energi, berapa sering Anda berbicara, keadaan fisik dan emosional Anda pada saat itu – Anda dapat memberikan variasi dalam pembicaraan, mempertahankan minat dan sekaligus menghindari ketegangan.

 

Menentukan Kunci Anda

Ada dua cara untuk “menetapkan” kunci Anda sebelum memulai periode berbicara tanpa henti. Pertama adalah menyanyikan (ketika tidak ada orang yang melihat Anda) nada yang paling rendah yang dapat Anda lakukan. Lalu, nyanyikanlah lima not ke atas (nada “sol” pada skala do-re-mi). Ini merupakan titik tengah rentang nada suara Anda, memberi suara Anda fleksibilitas untuk bergerak ke atas maupun ke bawah ketika sedang mempertahankan suara alami Anda.

Jika Anda tidak suka menyanyi, atau tidak mengenal not dalam skala musik, tarik napas yang dalam, bayangkan Anda sedang duduk setelah berdiri dalam jangka waktu yang lama dan melelahkan, lalu keluarkan “suara dengan nyaman” yang sangat familiar – Ehhh! (seperti Anda sedang memberikan persetujuan pada pembicaraan orang lain). Suara Ehhh ini merupakan titik tengah jarak vokal Anda.

 

Kualitas Suara Seorang Pembicara Jempolan

Berkomunikasi dengan tujuan tertentu membutuhkan pengetahuan bagaimana “bentuk” dan ritme bahasa bisa mempengaruhi pendengar yang sama baiknya seperti kata-kata yang diucapkannya.

Sebagai aturan umum, alunan nada kalimat-kalimat yang tujuannya bertanya adalah naik (suara meninggi pada akhir kalimat), sedangkan yang berbentuk pernyataan (statements) nadanya tidak berubah, dan yang berbentuk perintah, instruksi atau informasi penting, alunan nadanya ke bawah (suara menurun pada ujung kalimat).

 

Suara Berwibawa dan Suara Ramah

Komunikator dan presenter yang jempolan punya dua distingsi suara – berwibawa dan ramah – yang keduanya mempunyai pola vokal tersendiri (lihat Tabel 1). Sangat penting untuk dapat membedakan kedua gaya ini dan tahu kapan menerapkan masing-masing gaya.

Tabel 1. Pola-pola suara berwibawa dan ramah

 

Tujuan Nada Alunan Kontak Mata Gerakan Tubuh
Ramah Akrab

Relasi

Informasi

Bervariasi Bervariasi Bervariasi Cukup banyak
Berwibawa Instruksi

Nasihat

Ketaatan

Monoton Menurun pada akhir kalimat Konstan Tenang

 

Ramah (seringkali dikaitkan dengan “mudah didekati”) merupakan sarana untuk menciptakan hubungan dan pengumpul informasi. Hal ini ditandai oleh keragaman alunan, nada dan kecepatan bicara. Suara tersebut mengasyikkan, menaik dan menurun secara alami. Tertawa dan bercanda (jika cocok) serta bergerak atau memberi isyarat ketika berbicara juga dapat dilakukan dalam moda ini. Tetapkan “kunci” Anda, seperti yang dijabarkan di atas, latihlah agar Anda bisa bersuara dengan lebih ramah.

 

Namun, suara ramah mungkin justru tidak menguntungkan ketika informasi atau instruksi penting perlu disampaikan. Pasien bisa saja suka dengan dokter yang ramah, namun mungkin sulit menerima nasihatnya karena kurang berbentuk perintah. Di sinilah suara “berwibawa” akan meningkatkan sifat otoritatifnya dan menghasilkan ketaatan dari pasiennya.

 

Suara berwibawa (otoritatif tanpa terkesan sombong) bermanfaat untuk “menekankan” pentingnya sebuah pernyataan dari sebuah percakapan. Hal ini memerintahkan pasien, sadar dan tidak, untuk memperhatikan apa yang dikatakan, juga membantu meningkatkan memori dan ketaatan.

 

Kewibawaan dan otoritas tidak terletak pada volume suara, tetapi pada gaya vokal. Untuk dapat dikategorikan wibawa, suara Anda tidak boleh terlalu bervariasi, hanya sedikit gerakan dan gestur lebih tenang. Informasi dan instruksi diberikan dengan menurunkan suara pada akhir kalimat. Kontak mata harus stabil ketika menyatakan perintah/instruksi tersebut, tanpa ada kesan mengintimidasi.

 

 

 

Sumber :
Buku # 2  dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

 

………Artkel ini bersambung di bulan Juni  2019

 

 

 

Mei  2019