Merasionalkan Dunia (Bag.1)

Bagaimana input diproses dalam benak?
Apa sebab orang meresponnya secara berbeda-beda?

 

Gambar dan uraian di bawah ini menjabarkan bagaimana seseorang merasionalkan dunianya. Tepatnya, bagaimana orang tersebut menerima input dari luar, memproses serta memfilternya dan menghasilkan output – yang berupa perilaku atau respon – terhadap input tersebut.

Kesadaran Secara Sadar (Conscious Awareness)

Otak menerima lebih dari empat milyar impuls syaraf setiap detiknya. Apakah secara sadar Anda menyadarinya? Tentu saja tidak! Buktinya, apakah Anda menyadari ada kerah baju yang menempel di leher Anda? Kecuali kerah baju Anda memang sangat ketat atau tidak nyaman atau leher Anda habis terbakar matahari. Saya kira Anda tidak menyadarinya, sampai saya menanyakannya pada Anda. Kenapa begitu? Sebab ini hal yang tidak penting pada saat itu dan difilter/disaring keluar. Dari 4 milyar bit informasi tersebut, kira-kira cuma 2000 bit yang secara sadar Anda menyadarinya. Cuma 0,00005 persen dari seluruh potensi informasi yang ada. Kalau Anda bermaksud mengambil seluruhnya atau memproses informasi ini lebih jauh, bisa-bisa Anda akan jadi gila. Minimal, karena sedemikian mengganggunya, Anda mungkin menjadi tidak bisa berfungsi seperti yang Anda harapkan.

Lalu apa yang terjadi dengan seluruh informasi ini? Informasi tersebut difilter dari kesadaran lewat cara membuang (yakni, bagaimana kerah baju terasa di leher Anda), mendistorsi (menyederhanakan) dan menggeneralisasikannya. Apa yang dibuang (delete), didistorsikan (distort) dan digeneralisasikan (generalize), bergantung pada keyakinan (beliefs), bahasa (language), keputusan (decisions), nilai-nilai (values), memori (memories), dan meta program Anda.

 

Keyakinan (Beliefs)

Misalkan Anda punya sebuah keyakinan bahwa “Anda tidak cakap” atau kurang ahli. Ketika ada orang mengatakan ”Laporan Anda bagus sekali”, bagaimana Anda akan menanggapinya? Tentu tergantung pada situasinya. Anda bisa saja membuang, mengurangi atau bahkan menangkis umpan balik positif dari orang itu. Mungkin Anda membatin, “Pasti orang ini tidak melihat secara rinci. Ketika  memerincinya nanti, pasti ia akan menemukan kekeliruan dan mengubah pendapatnya.” Kalaupun setelah itu ada orang lain yang mengatakan bahwa Anda bertugas dengan baik sekali, apakah Anda lalu akan mempercayainya? Saya rasa tidak! Kalau kemudian seseorang datang dan menunjukkan bahwa Anda membuat beberapa kesalahan eja di halaman 17 dan 33, apakah hal ini akan menggetarkan Anda? Saya yakin iya! Karena hal ini telah membenarkan keyakinan Anda tentang diri Anda sendiri. Dari perspektif ‘filter’, Anda telah membuang dan mendistorsikan umpan balik positif tersebut dan memfokuskan pada sisi negatifnya. Punyakah Anda keyakinan-keyakinan diri, keyakinan tentang orang lain, tentang dunia Anda, yang membatasi/menjegal apa yang sesungguhnya bisa Anda lakukan atau menjadikan diri Anda berbeda?

 

Sumber :
Buku # 1  dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

 

………Artkel ini bersambung di bulan Nopember  2018

 

 

 

 

 

Oktober  2018