RAHASIA MENCINTAI DIRI SENDIRI

RAHASIA MENCINTAI DIRI SENDIRI

 

Saya yakin Anda sering mendengar nasihat ini: Cintailah diri sendiri.

Maksudnya apa?

Mencintai diri sendiri itu BUKAN :

  • Memakai barang-barang branded,
  • Membeli gadget tercanggih yang Anda impikan; atau
  • Melakukan apa saja yang ingin Anda lakukan.

 

Mencintai diri sendiri itu artinya:

Memperlakukan diri sendiri dengan penuh kasih, sebagaimana orang tua memperlakukan anaknya. Walaupun beranjak dewasa, Anda masih tetap memiliki sisi ‘anak kecil’ di dalam diri Anda. Anda masih berperilaku seperti anak berusia 3-4 tahun. Ini adalah bagian dari emosi Anda yang tidak bisa menjadi tua atau dewasa.

Meskipun begitu… Anda tetap harus menjadi dewasa, sekaligus belajar bagaimana mengelola ‘anak kecil’ tadi Maka… Anda pun mencoba untuk hidup di dunia dewasa, tanpa menyadari eksisnya si ‘anak kecil’ 4 tahun tadi.

Anda merasa sendirian, tidak tahu apa yang harus dilakukan, di mana harus meminta bantuan, dan bagaimana melindungi diri.

Tak mudah untuk bertahan sebagai seorang anak di dunia dewasa. Anda mulai merasa takut, cemas, ragu dan lelah sepanjang waktu. Mengapa? Karena tidak ada yang mempedulikan si ‘anak kecil’ di dalam diri Anda.

Supaya lebih gamblang, mari kita simak ilustrasi berikut. Sebut saja nama Anda Lisa, dan berumur 42 tahun.

Di dalam diri Anda, tinggal si “Lisa kecil” berumur 4 tahun. Ketika Anda sibuk mengurus orang lain, berbisnis, atau beraktivitas di luar, Lisa kecil merasa diabaikan.

Waktu, energi dan pikiran yang tersita membuat Anda lelah batin dan raga. Kadang semua itu Anda lampiaskan dengan amarah atau tangisan. Sejatinya semua emosi besar ini merupakan upaya ‘Anak Batin’ Anda untuk mendapatkan perhatian.

Coba bayangkan…

Anda memiliki keluarga, kolega, orang tua, teman, dan sekaligus seorang gadis kecil berusia 4 tahun bernama Lisa, dalam kehidupan Anda!

Tidak ada yang pernah memperhatikan Lisa kecil. Tidak ada yang mengasuhnya. Setiap kali dia mencoba mengatakan sesuatu atau meminta perhatian, Anda selalu membungkamnya.

Anda tidak punya waktu untuknya! Alasan Anda: “Saya harus mengurus rumah, orang tua, suami, anak, pekerjaan, teman-teman, bayar tagihan,” dst.

Direspon seperti itu, bagaimana perasaan Lisa kecil? Apa yang akan dia lakukan? Tentu dia akan mencoba menarik perhatian Anda dengan menunjukkan emosi yang kuat. Dia akan menangis dan berteriak. Bahkan mungkin akan semakin agresif.

Kalau Anda pikir Anda marah pada dunia luar, Anda keliru. Justru ‘Anak Batin’ Andalah yang marah kepada ANDA! Dia sedih dan marah karena Anda tidak peduli padanya!

Anda menafikannya, seolah-olah dia tidak ada! Seberapa sering Anda mengabaikan diri sendiri untuk menyenangkan orang lain? Tak terhitung bukan? Tak ada yang lebih buruk dibanding tidak peduli pada diri sendiri! Lalu apa yang akan dilakukan si Lisa kecil? Setelah beberapa kali gagal mencoba, dia akan menyerah, murung dan akhirnya depresi.

Tentu Anda akan menyalahkan pekerjaan, anak, suami atau orangtua Anda sebagai penyebabnya. Sekali lagi Anda keliru. ‘Anak Batin’ Anda menderita karena kurangnya perhatian Anda padanya. Ketika depresi tak mampu mengubah kondisi yang ada, inilah senjata pamungkas untuk menarik perhatian Anda:

Lisa kecil jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Maka… Lisa dewasa pun akhirnya belajar memberi perhatian pada ‘Anak Batin’nya, sebagaimana ia merawat anak biologisnya. Bagaimana cara menjadi orang tua yang penuh kasih untuk diri Anda sendiri?

Pertama, Anda perlu mengembangkan ‘Ibu Batin’.

Jika Anda memiliki ibu yang sangat penyayang, Anda dapat menjadikannya sebagai role model. Jika tidak, maka Anda dapat “menciptakannya” sendiri.

Prosesnya sebagai berikut:

Setiap kali Anda merasa emosi, ‘Ibu Batin’ Anda bertanya kepada ‘Anak Batin’:

“Apa yang terjadi, sayangku?” Dengarkan apa yang dikatakan ‘Anak Batin’ Anda.

Kemudian Anda melanjutkan dialog ‘Ibu Batin’ :

“Kemarilah… sini ibu peluk. Ibu mencintaimu dan mengerti apa yang sedang kamu rasakan.”

Dengan melakukan itu, beban emosi akan turun drastis. Frasa “Ibu mengerti” sangatlah penting, sebagai manifestasi perhatian dan perasaan yang mendalam. Bertahanlah dengan kata-kata dan perasaan ini.

Apa pun respon sang Anak, lanjutkan dengan step kedua :

“Kita akan meminta bantuan Ayahmu”. Maka dimulailah tugas ‘Ayah Batin’ Anda, yaitu melindungi dan mengurus Anda di dunia luar. Kalau ‘Ibu Batin’ merupakan energi feminin Anda, maka ‘Ayah Batin’ adalah energi laki-laki Anda. Sedangkan ‘Anak Batin’ juga disebut sebagai intuisi.

 

Ketika Anak Anda ingin pergi ke suatu tempat, misalnya, bayangkan hal berikut:

▪ Anak Batin Anda tinggal di rumah bersama ibu yang menjaga perasaannya (“Ibu mengerti kamu takut …”)

▪ Ayah Batin Anda (bagian lain dari diri Anda) pergi ke sana untuk menyelesaikannya.

 

‘Ayah Batin’ Anda adalah bagian dari diri Anda yang mampu mengatasi stres, mengambil tindakan, menyelesaikan konflik, dan semua hal lain yang berkaitan dengan dunia luar. Jika bagian itu hilang karena Anda tidak memiliki model yang baik ketika Anda masih kecil, Anda harus menciptakan dan mengembangkannya.

Tentu saja ‘Anak Batin’, ‘Ibu Batin ‘dan ‘Ayah Batin’ Anda semuanya adalah bagian dari diri Anda. Ini hanyalah sebuah “model” untuk memahami apa yang terjadi di dalam diri Anda, dan bagaimana Anda dapat belajar mencintai diri sendiri.

Mencintai diri sendiri berarti mendengarkan ‘Anak Batin’ Anda, menanggapi emosinya dengan positif, memahami apa yang dia rasakan, dan mengambil tindakan ke arah yang diinginkan.

Mencintai diri sendiri adalah melakukan dialog dengan diri sendiri — ketika membuka mata, saat beranjak tidur, dan setiap kali Anda tersulut emosi.

Mencintai diri sendiri adalah membangun hubungan batin yang kuat dengan diri sendiri. Ini menciptakan keluarga tercinta di dalam diri Anda. Anda tidak akan pernah merasa sendirian lagi, karena kini Anda sudah bertiga! Seperti Tritunggal. Keluarga Batin Anda akan selalu bersama Anda.

Anda akan selalu dicintai dan dilindungi, sebagaimana yang telah dinanti-nantikan selama ini.

Inilah yang disebut penyembuhan batin.

 

 

 

Sumber:  
Channel Youtube RH Wiwoho
 

Link Youtube : RAHASIA MENCINTAI DIRI SENDIRI

 

 

Juni   2021