TERPENJARA OLEH PIKIRAN SENDIRI

TERPENJARA OLEH PIKIRAN SENDIRI

 

  • Sahabat, cobalah sesekali membayangkan seorang narapidana (napi) yang menghabiskan

    seluruh sisa hidupnya di penjara hingga ajal menjemputnya.

    Motivasi seperti apa yang mampu membuatnya untuk tetap “hidup”? Dan apa yang ia nantikan di

    sisa hidupnya?

    Sadar atau tidak, kadang kita pun menjadi tawanan pikiran dan perbuatan kita di masa lalu. Kita

    juga tidak punya hal lain untuk dinantikan. Yang tersisa hanyalah penyesalan.

    Bedanya, sebagai orang bebas, setidaknya kita punya daya untuk melakukan sesuatu dalam

    mengatasi kondisi tersebut. Tapi tidak untuk para napi. Mereka tidak berdaya sama sekali.

    Memang, tekanan hidup terkadang bisa membuat depresi. Lalu, bagaimana cara menginspirasi

    diri sendiri dalam mengatasi kondisi seperti itu?

    Mari kita maknai dulu, “inspirasi” itu seperti apa persisnya.

    Kata inspirasi, seperti yang umumnya dipahami, adalah dorongan yang muncul pada seseorang

    dan mampu merangsang pikirannya untuk melakukan tindakan kreatif atau mencoba mencapai

    tujuan dengan perasaan bahagia dan nyaman, tanpa tekanan.

    Nah, sekarang bagaimana caranya membuka penjara?

    Ketika kita dalam situasi tidak terinspirasi dan tidak dapat menetapkan tujuan, kita merasa

    bahwa kita sangat tidak berdaya sehingga tidak ada yang bisa dilakukan. Itulah makna

    terpenjara.

    Untuk mengatasinya, langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mencoba menemukan

    hikmah dari cerita orang-orang sukses seperti Helen Keller, Kolonel Sanders, dll dalam

    mengatasi begitu banyak kesulitan untuk menjadi pemenang.

    Itu akan memberi Anda pemikiran dasar bahwa segala sesuatunya tidak seburuk yang Anda

    pikirkan atau rasakan. Pemikiran seperti itu setidaknya akan membuka satu pintu penjara Anda.

    Lalu lanjutkan dengan kembali ke ingatan masa lalu Anda.

    Cobalah temukan momen ketika Anda merasa “baik” (feel good) karena beberapa pencapaian.

    Momen kecil pun tak apa.

    Misal:

    • Menjadi juara pertama lomba melukis di sekolah.
    • Atau, mendapat pujian dari guru untuk tugas menulis esai.
    • Atau, mendapat ucapan terimakasih yang tulus dari seseorang yang Anda tolong di jalan.

    Itu akan membuka pintu yang lain.

     

    Sekarang mulailah menghitung berkah yang Anda miliki/terima.

    • Apakah Anda memiliki ginjal yang masih berfungsi baik?
    • Bisakah Anda melihat segala sesuatu yang ada di sekeliling Anda?
    • Dapatkah Anda mendengar suara apapun?
    • Bisakah Anda mencium segala bebauan?
    • Apakah tangan Anda baik-baik saja?
    • Apakah Anda akan menjual mata Anda dengan harga berapa pun? Pasti tidak!
    • Siapa bilang Anda tidak punya uang? Anda orang kaya yang kebetulan saja tidak menyadari

    kekayaan atau berkah Anda.

    Lagi-lagi ini akan membuka satu pintu lagi.

    Sekarang, mari kita buka pintu terakhir dengan memikirkan tujuan yang ingin Anda capai.

    Percayalah bahwa Anda bisa melakukan itu.

    Mulailah dengan perencanaan.

    Lalu pikirkan caranya.

    Bicaralah dengan orang lain untuk mendapatkan inspirasi, masukan atau sekedar penguatan

    agar Anda makin yakin dengan tujuan Anda.

    Terakhir, bersiaplah untuk perjuangan yang panjang tetapi dengan tekad yang kuat bahwa Anda

    akan berhasil mencapai tujuan itu.

    Langkah-langkah ini akan membawa Anda keluar dari penjara pemikiran Anda dan membuat

    Anda menjadi orang baru yang siap bertarung.

    Kini Anda sudah punya strateginya, bersiaplah untuk melanjutkan perjuangan Anda dalam proses

    untuk menjadi pemenang!

 

 

 

Sumber:  
Channel Youtube
RH Wiwoho
 

Link Youtube:

TERPENJARA OLEH PIKIRAN SENDIRI

Agustus  2022