Jangan merusak pintunya, temukan kuncinya (Bag.5)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini

4. Faktor Motivasi (Persamaan >< Persamaan dengan kekecualian >< Perbedaan)

Pernahkan Anda memiliki seorang rekan yang dalam dua tahun sudah tiga kali berpindah kerja? Setiap kali Anda menelpon ke kantornya selalu mendapat jawaban yang sama dari operator: “Oh sudah resign” atau “Dia sudah tidak disini lagi” atau “Baru minggu kemarin yang bersangkutan mengundurkan diri.” Anda bingung, apa yang dicari kawan ini dengan terus berpindah kerja? Pada sisi lain, Anda mungkin juga punya kawan yang sudah lebih dari 15 tahun bekerja di perusahaan yang sama, dengan departemen yang sama dan tetap merasa betah untuk tinggal beberapa tahun lagi. Orang mengatakan setia atau loyal pada perusahaannya, tapi orang lain justru melihatnya sebagai penyakit ‘comfort zone’ yang kronis. Bagaimana kita memahamai dua kecenderungan semacam ini? Faktor motivasi apa yang mendorong mereka setiap saat pindah kerja sehingga sering dinamai “kutu loncat”? Sebaliknya, apa yang menahan seseorang sehingga mau berkarya sampai 15 tahun pada organisasi yang sama?

Mari kita coba dengan menjawab pertanyaan berikut: “Apa HUBUNGAN ketiga segitiga ini?”

  

Beberapa kemungkinan jawaban yang kita peroleh sbb:

Sama, semuanya segitiga samakaki
Sama, semuanya segitiga
Sama, tapi yang satu menghadap ke bawah
Sama
Tidak ada hubungannya samasekali
Beda samasekali
Sama-sama segitiga tapi yang dua menghadap ke atas dan yang satu ke bawah
Sama, tapi beda posisi
Bingung
Sama persis
Ada 10 jawaban yang berbeda. Bagaimana mungkin ada sepuluh orang melihat hal yang sama, tapi jawabannya berbeda-beda? Ini menunjukkan sudut pandang masing-masing berbeda, filter yang mereka pakai juga tidak sama.

Bagi yang menjawab sama atau sama persis atau sama-sama segitiga adalah orang yang kecenderungannya mencari persamaan dalam konteks tertentu. Mereka adalah orang yang termotivasi untuk melihat hal yang sama. Ini adalah orang yang punya tendensi makan di tempat yang sama dan dengan menu yang relatif sama. Kalau dia tahun lalu liburan di sebuah villa di Puncak misalnya, maka tahun depannya dia berusaha tinggal di villa itu dan kalau bisa menempati kamar yang sama! Dalam konteks kerja, mereka menginginkan situasi tetap sama, tidak menyukai perubahan dan secara ekstrim menolak untuk beradaptasi. Mereka hanya tertarik menerima perubahan besar setiap 10 – 15 tahun.

Sebaliknya, orang yang menjawab beda, tidak ada hubungan atau bingung menjawab adalah orang yang kecenderungannya mencari perbedaan dalam konteks tertentu. Orang seperti ini senang perubahan. Ini adalah orang yang ketika pulang dari liburan kita tanyakan: ”Kemana Anda liburan akhir tahun ini?” “Ke Myanmar.” jawabnya. “Lho, kok ke Myanmar?” “Ya, masa saya harus ke Singapura atau Malaysia lagi. Saya kan sudah pernah kesana. Buat apa mengunjungi tempat yang sama sampai dua kali, cuma menghambur-hamburkan uang saja.” katanya. Ini hampir terbalik dengan orang persamaan. Orang perbedaan menginginkan perubahan sebagai hal yang konstan dan penting, serta menolak situasi yang statis dan stabil. Mereka butuh perubahan yang drastis setiap satu atau dua tahun dan bila mereka tidak memperolehnya akan meninggalkannya.

Ditengah-tengah kedua Faktor Motivasi ini ada yang disebut sebagai persamaan dengan kekecualian. Ini ditandai dengan jawaban: “Sama, tapi……” Orang yang pada konteks tertentu tetap ingin situasi yang sama, meskipun demikian toh mereka mau menerima perubahan setiap tahun asalkan tidak terlalu drastis. Mereka lebih suka situasi berkembang perlahan-lahan. Cenderung menolak perubahan besar, kecuali yang progresif dan gradual.

Jadi, dalam bahasa umum bisa dikatakan bahwa Faktor Motivasi persamaan adalah orang ingin evolusioner, sedangkan persamaan dengan kekecualian adalah reformasioner dan perbedaan adalah revolusioner.

Untuk memotivasi orang yang kecenderungannya persamaan, gunakan kata-kata seperti: tidak berubah, tetap, identik, persis seperti sebelumnya, seperti yang Anda lakukan, sama seperti dan seperti sebelumnya. Sedangkan persamaan dengan kekecualian, senang mendengar kata: tumbuh perlahan-lahan, progresif, sama namum lebih baik, maju, berkembang dan tumbuh meningkat. Orang yang memiliki kecenderungan perbedaan terangsang bila mendengar: benar-benar berbeda, baru samasekali, berubah total, unik, sulit dikenali, hanya satu-satunya dan sulit diceritakan.

Misalnya, saya pernah bertanya pada tiga karyawan di sebuah perusahaan dan kebetulan bekerja pada departemen yang sama namun memiliki waktu kerja yang berbeda. Saya mengajukan pertanyaan yang sama: “Apa hubungan pekerjaan Anda tahun ini dengan tahun lalu?” Ada tiga jawaban yang muncul:

Persis sama. Saya masih di lapangan. (Persamaan)
Sama, namun sekarang saya lebih banyak diserahi tanggung jawab dan waktu isitirahatnya lebih sedikit. (Persamaan dengan kekecualian)
Beda samasekali. Sekarang saya mengurus administrasi. (Perbedaan)

Secara logika, seharusnya mereka menjawab “sama” karena sebenarnya mereka masih tetap bekerja di perusahaan yang sama. Ketiga jawaban di atas menunjukkan bahwa ketiganya memiliki filter yang berbeda sehingga jawabannya tergantung pada sudut pandang masing-masing.

Untuk contoh segitiga di atas, orang yang kecenderungannya perbedaan akan bingung mendengar kata “hubungan” karena kata hubungan sendiri menunjukkan seakan-akan ada kesamaan diantara ketiga segitiga itu. Ini memang sebuah pertanyaan yang agak “tricky”. Oleh karena itu, sebagai filter untuk menyaring Faktor Motivasi seseorang, Anda tidak boleh mengubah pertanyaan dari: “Apa hubungan ketiga segitiga ini?” menjadi “Apa persamaan ketiga segitiga ini?” atau diganti menjadi “Apa perbedaan ketiga segitiga ini?”. Anda harus tetap memakai kata “hubungan”.

Contoh lain: “Apa hubungan pelajaran ini dengan pelajaran tadi pagi?” Mungkin jawabannya akan begini: Sama. Kita masih membahas motivasi orang. Atau seperti ini: Jelas beda dong. Tadi pagi kita membahas kriteria, sekarang Faktor Motivasi.

Tapi kalau saya mengubah pertanyaan menjadi: “Apa persamaan pelajaran ini dengan pelajaran tadi pagi?” hal ini akan membuat orang perbedaan menjadi bingung karena dia tidak melihat persamaannya samasekali. Sedangkan kalau saya mengubah pertanyaan menjadi:”Apa perbedaan pelajaran ini dengan pelajaran tadi pagi?” giliran orang yang cenderung persamaan yang sekarang sedikit bingung karena dia tidak melihat perbedaannya secara signifikan. Oleh karena itu pertahankan kata “hubungan” dalam pertanyaan diatas, karena Anda bisa lebih tajam dalam mengamati respon dan menentukan Faktor Motivasi orang.

Sekarang mari kita bicarakan aplikasinya dalam pekerjaan Anda sehari-hari. Profesi apa yang cocok untuk orang yang kecenderungannya Persamaan? Salah satunya adalah Typist atau data entry computer. Seorang juru ketik atau typist adalah orang yang bekerja dengan hal yang sepanjang tahun. Mesin ketik yang sama, tuts yang sama, pekerjaan yang sama dan lingkungan kerja yang sama. Ini adalah profesi dimana orang bisa tahan kerja selama belasan tahun.

Anda masih ingat ketika komputer pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 80’an? Saat itu media massa heboh dan masyarakat resah, karena mereka pikir akan banyak orang yang bakal kena PHK. Dulu berkembang wacana: “Apa yang terjadi bila komputer diperkenalkan di Indonesia, berapa banyak pengangguran yang bisa timbul dan apa ‘multiplier effect’ nya terhadap tenaga kerja Indonesia?” dan seterusnya. Sekarang, terbalik pertanyaannya: “Apa yang terjadi bila komputer TIDAK diperkenalkan di Indonesia? Berapa banyak kesia-siaan yang terjadi kalau semuanya harus dikerjakan secara manual? Bagaimana tenaga kerja kita bisa kompetitif dibanding negara lain? Berapa banyak kertas, waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan hanya untuk membuat dokumen, dimana komputer bisa melakukannya dengan seperempat waktu dan dengan tingkat akurasi yang mendekati seratus persen?”

Menurut saya, kesalahan yang terjadi pada saat itu adalah sosialisasinya yang kurang pas. Kalau Anda memperkenalkan komputer pada typists – orang yang notabene persamaan – dengan kalimat: “Pak, barang ini akan merevolusikan pekerjaan Anda. Barang ini sangat berbeda. Alat ini jauh lebih canggih daripada mesin ketik yang Anda pakai sehari-hari. Anda akan berubah total dari mulai cara kerja, hasil kerja dan upah Anda”. Anda bisa bayangkan seseorang yang pekerjaannya “sama” setiap harinya mendengar kata: revolusi, sangat berbeda, jauh lebih canggih dan berubah total? Saya kira mereka akan pingsan, paling tidak akan menolak mati-matian. Mengapa orang tidak mengatakan begini, misalnya: “Alat ini sama persis dengan yang Saudara pakai sehari-hari. Memiliki tuts yang mirip, fungsinya sama untuk mengetik, bentuknya familiar dengan Anda. Namun kalau saudara perlahan-lahan mempelajarinya, kelak Saudara bisa bekerja seperti sebelumnya dan menerima upah sedikit lebih baik. Saya kira kalau introduksi nya seperti ini para typist jauh lebih bisa menerima dan tidak menimbulkan gejolak yang tajam dalam masyarakat. Apalagi profesi yang tepat untuk persamaan?

Hal yang menarik bila pekerjaan Anda adalah sales atau tenaga penjual. Bila pelanggan Anda persamaan dan kebetulan Anda sedang menawarkan versi baru komputer, misalnya, Anda bisa menekankan persamaannya dengan produk Anda sebelumnya: “Barang ini persis sama dengan yang saudara pakai. Pabrik sama. Harga sama. Manfaat sama.” Pada pelanggan persamaan dengan kekecualian, katakan: “Barang ini sama dengan yang saudara pakai, tapi lebih cepat prosesnya, lebih kompak modelnya dan lebih baru warnanya.” Sedangkan pada pelanggan perbedaan, tekankan perbedaannya: “Barang ini benar-benar beda. Kalau yang dulu cuma satu warna sekarang ada banyak sekali pilihan. Yang ini jauh lebih cepat. Jauh lebih canggih dan saudara tidak akan menemukannya pada komputer merk lain.”

Profesi apa yang tepat untuk perbedaan? Advertising, Tour leader, wartawan, wiraswastawan, dll.

Bagaimana dengan kombinasi profil persamaan + prosedural, cocok kerja di bidang apa? Masinis kereta api dan pegawai penjaga portal kereta api, contohnya

Koki restoran adalah orang yang memiliki kecenderungan prosedural karena memasak adalah pekerjaan yang langkah-langkahnya harus persis diikuti dan juga persamaan karena yang dimasak cuma itu-itu saja. Saya punya kawan yang sebaliknya: perbedaan + opsional. Kawan saya ini kalau membaca buku, bisa lima topik dalam satu hari dan semuanya tidak selesai. Pernah kuliah di tiga universitas yang berbeda dengan jurusan yang berbeda. Dia dalam sepuluh tahun terakhir sudah pindah tempat tinggal enam kali di enam negara yang berbeda! Tak heran kalau dari dua kali perkawinannya, masing-masing hanya bertahan paling lama tiga tahun.

Bagaimana caranya mengelola karyawan yang memiliki Faktor Motivasi perbedaan? Orang seperti ini tidak betah tinggal di ruangannya sendiri. Bila pekerjaannya sudah selesai ada kecenderungan dia ‘bertamu’ ke koleganya yang lain, dan ini tentu saja bisa mengganggu teman kerjanya yang sedang serius. Paling-paling yang bisa dilakukan adalah mengubah disain ruangannya enam bulan sekali. Misalnya menggeser posisi meja, hiasan dinding atau aksen dalam ruangannya. Untuk sementara ini bisa membuatnya betah tinggal di ruangannya. Atau beri pekerjaan dengan format instruksi yang berbeda, ini akan menahannya untuk tetap duduk di kursi kerjanya.

Apakah orang persamaan tidak bisa berubah menjadi perbedaan seumur hidupnya? Tidak ada hal yang tidak bisa berubah selama-lamanya di dunia ini. Semua bisa berubah. Pertanyaannya, berapa lama setiap orang punya kecenderungan mau berubah? Orang dengan kecenderungan persamaan bisa saja mengundurkan diri dari perusahaannya karena satu atau beberapa sebab. Tapi kecenderungannya akan membuatnya mencari perusahaan yang kurang lebih sama dengan perusahaan lamanya.

Sebelum kita masuk ke Profil terakhir yaitu Tingkat Motivasi, cobalah ingat-ingat, kapan terakhir Anda mengubah potongan rambut Anda, mengganti style berpakaian, bergabung dengan sahabat-sahabat baru dan mendisain ulang rumah Anda. Apa Anda termasuk persamaan, persamaan dengan kekecualian atau perbedaan? Perhatikan juga orang-orang di sekitar Anda, mulai dari Arah Motivasi, Sumber Motivasi, Dasar Motivasi, Faktor Motivasi, hingga Tingkat Motivasinya. Dengan hanya membayangkan kata-kata yang sering diucapkan serta bahasa tubuhnya, dapatkah Anda menebak profilnya?

*****

Sumber : Buku PROFIL, RH. Wiwoho
Berikutnya : Profil 4 – Faktor Motivasi

 

December 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *