Masa Depan di Tangan Saya (Bag.2)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini

4. Siapa orang yang harus Anda jauhi?

Anda punya sahabat yang obrolannya selalu berkisar tentang keluh kesah? Anda sering bertindak heroik dengan mendengarkan berjam-jam cerita kesedihan orang lain? Saran saya, hentikanlah! Bukannya Anda harus acuh pada teman atau dingin terhadap orang lain, namun kurangi waktu yang Anda hamburkan dengan orang-orang yang tidak membuat Anda bergerak ke mana-mana ini. Mereka adalah jenis orang yang menjadi budak dari pola serta kebiasaan yang menghancurkan dirinya sendiri. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang hanya membuang-buang waktu dan energi Anda.

Kenapa begitu? Seperti diketahui, otak manusia bekerja dengan menggunakan memori terasosiasi. Setiap kali melihat/mendengar/merasakan sesuatu, otak Anda mencoba membaca stimuli tersebut dan menginterpretasikannya. Agar otak Anda bisa menerima, hal-hal ini harus masuk ke dalam memori jangka panjang Anda dan menstimulasi neuron-neuron yang berasosiasi dengan stimuli ini. Misalnya, apakah Anda punya perasaan tidak enak sewaktu melihat seseorang berdarah karena jari tangannya tersilet? Otak Anda mencoba untuk membuat masuk akal apa yang dipersepsikannya dengan menstimulasi neuron-neuron yang berasosiasi dengan jari tangan tersilet. Kalau jari tangan Anda pernah tersilet, neuron-neuron yang berasosiasi dengan tangan kena silet akan distimulir dan Anda akan mendapatkan respon tertentu.

Kembali pada para pengeluh kronis di atas, setiap kali Anda mendengar/melihat sesuatu yang negatif, menyedihkan/mengharukan, maka otak Anda mencoba menerima informasi tersebut dengan memicu neuron-neuron yang berasosiasi dengannya. Semakin sering Anda mendengar atau membicarakan sesuatu yang negatif, akan semakin mudah buat otak Anda untuk mendapatkan perasaan-perasaan yang negatif. Meskipun Anda tidak sontak merasa bersedih, lama-lama Anda akan mulai merasa sedih juga.

***

 

Anda suka atau tidak suka, Anda sadar atau tidak sadar, lingkungan sekitar akan secara terus menerus memprogram Anda.

Pernah mendengar penelitian tentang seekor katak yang dimasukkan ke dalam bejana? Seorang periset memasukkan seekor katak ke dalam bejana yang berisi air mendidih dan secara otomatis si katak melompat dari bejana untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, ketika katak tersebut dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air dingin, dia akan diam saja di dasar bejana. Lalu si periset pelan-pelan mulai memanasi bejana dengan api dari bawah. Suhu air mulai menghangat, namun karena perubahannya tidak terlalu drastis, si katak tetap merasa nyaman dalam bejana. Ketika secara gradual suhu dinaikkan sedikit demi sedikit, si katak tetap berada dalam bejana. Akhirnya si katak mati terebus oleh air yang mendidih di dalam bejana.

Jadi, sadar atau tidak, lingkungan akan mempengaruhi Anda. Lingkungan yang jelek perlahan-lahan akan menggerogoti hal-hal yang baik dari diri Anda. Sedang lingkungan yang baik pelan-pelan akan mengikis kejelekan-kejelekan Anda.

Lalu, Anda masuk kategori orang yang mana? Ada yang membaca tulisan ini lalu mengatakan: “Sangat menarik; kapan-kapan saya ingin melakukannya.”

Ada juga yang langsung mengambil sehelai kertas dan mulai menjawab keempat pertanyaan di atas serta menindaklanjutinya dengan tindakan/aksi konkret.

Anda termasuk yang mana?

Kata orang bijak, “Masa depan di tangan saya.”

Sumber :
Buku # 2 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *