Merasionalkan Dunia (Bag.3)

Artikel ini lanjutan dari bulan sebelumnya jika belum membaca klik disini

 

 

Filter-filter

Pernahkah Anda duduk berjejeran dengan seorang teman menonton film yang sama, lalu ketika pulang  Anda mengatakan ini film terbaik yang pernah Anda tonton sementara teman Anda beranggapan ini film terburuk baginya? Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana. Anda dan teman Anda memfilter informasi tersebut dengan cara berbeda (beda dalam hal keyakinan, nilai-nilai, keputusan dst). Dengan kata lain, Anda berdua menilai film itu secara berbeda dan itulah sebabnya reaksi Anda berdua pun berbeda.

Pertanyaannya adalah, siapa yang memasang filter itu awal-awalnya? Anda sendiri – berdasarkan apa yang terjadi dalam keluarga ketika Anda tumbuh dewasa, pelajaran yang didapat (atau tidak didapat) dari ajaran agama Anda, keyakinan dan nilai-nilai budaya di mana Anda tinggal, keputusan-keputusan yang Anda buat tentang dunia ini (yakni, tempat yang aman atau justru tempat yang membahayakan), dst. Bila filter-filter Anda tidak menelurkan hasil yang Anda dambakan, Andalah satu-satunya orang yang bisa mengubahnya. Langkah pertama tentu saja  dengan menyadari secara sadar filter-filter yang Anda miliki dan jenis realitas apa yang dihasilkan oleh filter-filter itu.

 

Representasi Internal dan Perilaku

Apakah Anda ingin tahu akibat dari representasi-representasi internal pada  beberapa perilaku Anda? Dapatkah Anda membayangkan kembali sebuah kejadian membahagiakan dalam hidup Anda? Cobalah pejamkan mata dan dapatkan gambarannya di benak Anda. Bawalah aroma, rasa, sensasi dan suara-suaranya. Alami sepenuhnya kejadian ini di benak Anda. Begitu Anda mendapatkannya, perhatikan adakah perubahan-perubahan yang terjadi di fisiologi/tubuh Anda. Barangkali dari beberapa memori (representasi internal) yang muncul, Anda merasakan rona senyum di wajah Anda, duduk dengan lebih tegap, atau mungkin bernapas dengan lebih dalam. Saya yakin, dalam beberapa hal, fisiologis Anda berubah. Padahal saya tidak meminta Anda untuk mengubahnya, bukan? Ini menunjukkan bahwa gambar, suara dst (representasi internal) yang Anda buat di benak mempengaruhi fisiologis Anda. Akibatnya, pilihan kata-kata, tekanan suara dan perilaku-perilaku yang Anda manifestasikan ikut berubah.

Sekarang, duduklah dengan tegap, pasang senyum lebar di wajah Anda, dan bernapaslah dalam-dalam. Sementara Anda melakukannya, ciptakan sebuah rasa kesedihan. Saya yakin  Anda tidak dapat merasa sedih tanpa mengubah fisiologis Anda (yakni, bernapas dengan dangkal, bahu menutup, dst). Ini menggambarkan bahwa fisiologis Anda mempengaruhi representasi internal Anda (rasa sedih atau bahagia). Lain waktu kalau Anda merasa sedang sedih atau down, apa yang dapat Anda lakukan untuk mengusirnya? Lakukan aktivitas fisik (misalnya, jalan cepat, olah raga dst), niscaya rasa sedih Anda akan berkurang.

Contoh lain: Misalkan Anda merasa yakin bahwa bos Anda adalah bajingan tengik, dan sekarang ini Anda dalam perjalanan hendak menemuinya. Yang terbersit di benak Anda, si bos ini “Bajingan!” Tidak hanya sekedar memikirkannya, Anda juga punya representasi-representasi internal (gambar, suara dan perasaan-perasaan) dari kejadian-kejadian sebelumnya yang membuktikan realitas Anda. Akan seperti apa fisiologis Anda ketika berjalan mendekati kantornya? Dan ketika bertemu dengannya, bagaimana tekanan suara yang Anda gunakan? Dengan perilaku-perilaku Anda yang seperti itu, coba tebak, akankah bos Anda mendukung gagasan atau saran-saran yang Anda paparkan? Saya meragukannya. Dan apa yang bos Anda perbuat pada Anda? Lagi-lagi membuktikan bahwa ia memang benar-benar bajingan tengik!

Namun, ceritanya akan lain jika salah satu rekan kerja Anda berpikir bahwa bos Anda adalah orang yang hebat! Menurut Anda, kira-kira representasi apa saja yang muncul di benaknya mengenai si bos? Bagaimana dengan fisiologis, nada suara, atau kata-kata yang ia gunakan? Dan apa feedback yang ia dapatkan dari bos tersebut? Perbedaan-perbedaan persepsi ini menyebabkan Anda dan rekan Anda menciptakan hasil masing-masing yang berbeda dan selanjutnya realitas-realitas yang berbeda pula.

 

Benefit

Didasarkan pada pengalaman-pengalaman lampau, Anda memfilter informasi tentang dunia sekitar Anda. Hasil representasi internal Anda (yakni, bagaimana Anda memandang dunia – realitas Anda – dan bagaimana hal ini mendorong perilaku Anda), seringkali mempertebal keyakinan bahwa persepsi Anda tentang dunia adalah ‘benar’.

Seperti yang sudah dibahas di atas, benefit NLP adalah menemukan filter-filter yang Anda tempatkan dan bagaimana hal ini mempengaruhi apa yang Anda lihat, dengar, rasakan; bagaimana Anda bereaksi pada orang lain dan apa yang Anda ciptakan dalam kehidupan Anda. Sekali Anda menyadari  bahwa filter-filter itu tidak melayani Anda dengan memuaskan, Anda dapat secara sadar atau dengan bantuan teknik-teknik NLP memodifikasi atau menyingkirkannya.

###

 

Sumber :
Buku # 1  dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

 

 

 

 

 

 

 

Desember  2018