Metafora dan Manfaatnya Dalam Bisnis (Bag.2)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini

Cerita di atas adalah sebuah metafora yang cukup familier buat kita. Pembaca tentu pernah membacanya di buku, majalah atau media lainnya, atau mendengarnya dari berbagai seminar motivasi dan peluang bisnis.

Di sini yang menarik untuk digarisbawahi adalah: Bagaimana sesungguhnya cara menerapkan sebuah metafora dalam konteks bisnis atau pekerjaan, sehingga bisa dijadikan sebagai wahana refleksi pembelajaran. Menurut Borton (1970), Gibbs (1998) dan Kolb (1985), metafora digunakan untuk merefleksikan:

What? (What is the message of the story?)
Apa? (Apa pesan dari metafora tersebut?)

So what? (Does it mean anything to me? Can I relate to this?)
Terus apa? (Apakah artinya ini bagi saya? Dapatkah saya menarik benang merahnya dengan diri saya?)

Now what? (What can I do with this additional knowledge or understanding?)
Sekarang apa? (Apa yang dapat saya lakukan dengan tambahan pengetahuan atau pemahaman ini?)

Pesan dan Kegunaannya

Pesan moral dari metafora di atas bisa: “Percayalah pada diri sendiri” atau “Cermati sinyal-sinyal yang diberikan kepada Anda.” Silakan Anda putuskan sendiri jawabannya. Dalam organisasi atau konteks bisnis, metafora di atas bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan (empowerment), persepsi, berpikir positif, merancang tujuan yang realistis, juga keyakinan diri dalam bekerja.

Refleksi dan Bahan Diskusi

Anda bisa membawa metafora ini dalam diskusi dengan rekan-rekan sekerja dan ajukan kepada mereka pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apa sesungguhnya pesan dari metafora di atas?
Apa sejatinya makna lelaki tua itu dengan frasanya “yakin akan pertolongan Tuhan”?
Apakah keyakinan lelaki tua ini empowering (mendorong sukses) atau
disempowering / limiting (menghambat sukses)?
Dapatkah Anda menarik benang merahnya dengan keyakinan buta yang dimiliki oleh
korporasi Anda?

***

Sumber :
Buku # 2 dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

September 2016

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *