NLP Presuppositions (Bag.3)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini

Landasan bagi NLP adalah seperangkat presuppositions (keyakinan) tentang diri sendiri dan dunia yang kita tinggali. Presuppositions ini juga berfungsi sebagai prinsip untuk memandu bagaimana kita menjalani hidup kita.

5. The meaning of communication is the response it produce
Arti dari komunikasi adalah respon yang Anda dapatkan

Tujuan komunikasi Anda tidak selalu dapat dipahami oleh lawan bicara Anda. Apapun tujuan Anda, yang pasti adalah hasil/respon yang Anda peroleh dari kata-kata, nada suara dan fisilogis Anda.

Bertindaklah dengan luwes, Anda bisa mengubah cara Anda berkomunikasi sampai Anda mendapatkan hasil yang Anda inginkan.

Misalkan Anda seorang pria, dan Anda melihat salah seorang rekan kerja wanita Anda memakai busana baru. Anda memutuskan untuk memuji penampilannya, lalu Anda mengatakan, “Wah, Anda tampak luar biasa dengan busana itu.” Tiba-tiba wanita ini marah dan melengos lalu ngeloyor keluar ruangan. Anda tidak tahu apa yang ada di kepala wanita tersebut, namun nyatanya ia mendengar pesan Anda yang sangat berbeda dari tujuan Anda yang sebenarnya. Mungkin karena model dunianya dan dikarenakan filter-filternya, ia merasa Anda telah ‘menyinggung’ perasaannya. Lain waktu kalau Anda ketemu dia lagi, ada kemungkinan Anda akan melakukan perilaku yang sama dan memikirkan hal yang jelek-jelek tentang dirinya. Atau sebaliknya, Anda bisa menyadari bahwa Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan dan mulai mencari cara-cara lain berkomunikasi dengannya sehingga Anda berdua bisa menghasilkan relasi kerja yang lebih produktif.

.

6. There is no failure only feedback
Tidak ada yang namanya gagal, yang ada hanyalah umpan balik

Tujuan Anda mencoba sesuatu dan hasilnya tidak sesuai harapan. Seberapa sering Anda menganggapnya sebagai sebuah kegagalan? Atau barangkali, ini hanyalah informasi yang bisa Anda gunakan untuk mengubah apa yang Anda lakukan dalam upaya lebih mendekati hasil yang Anda inginkan?

Akankah hidup Anda berubah bila Anda memandang kegagalan hanya sebagai umpan balik semata – sebuah kesempatan untuk belajar bagaimana menilai sebuah tindakan dan bertindak luwes dalam mengembangkan sebuah cara baru untuk meraih tujuan Anda?

Seberapa besar perbedaannya dalam bekerja, bila kegagalan Anda anggap sebagai umpan balik? Bukankah Anda dan rekan-rekan kerja Anda jadi lebih tertantang untuk menggali cara-cara baru dalam menyelesaikan tugas dengan lebih efisien, efektif dan mengasyikkan?

7. Every behavior has a positive intention
Setiap perilaku punya tujuan positif

Tujuan Perilaku seseorang – seberapa aneh, menyakitkan atau janggalnya buat Anda – bagi orang yang terlibat dengan perilaku tersebut dinilai sangat rasional serta pas dengan model dunianya. Mereka menganggap perilaku tersebut sebagai yang terbaik atau satu-satunya jalan yang bisa memenuhi kebutuhannya atau mencapai tujuan-tujuannya.

Kuncinya adalah menghargai tujuan positif perilaku orang tersebut. Ini bukan berarti bahwa Anda memandang perilaku orang itu positif. Malah sebaliknya, Anda menganggapnya sebagai hal yang kurang nyaman. Anda perlu menggali apa maksud di balik perilaku itu untuk menemukan tujuan positifnya – buat mereka, buat Anda, buat orang-orang lainnya…. Setelah Anda memahami tujuan positifnya, temukan cara-cara alternatif untuk membantu orang tersebut menggapainya.

Sebagai contoh. Misalkan Anda terlibat diskusi dengan seseorang dan yang bersangkutan mulai menaikkan nada suaranya, berteriak, memukul atau menggebrak meja lalu keluar ruangan. Dari perspektif Anda, pastilah ini bukan perilaku yang bisa dipandang positif. Sekarang lihatlah dari perspektif orang itu. Apa yang mungkin menjadi tujuan positif di balik perilakunya ini? Mungkin orang ini merasa tidak aman, tertekan atau bahkan merasa terintimidasi selama berdiskusi dengan Anda. Mengingat sumber daya yang ia punyai pada saat itu, mungkin cuma perilaku itulah satu-satunya opsi yang ia dapatkan untuk mencari ruang atau lari ke sebuah tempat yang lebih aman.

Jika ini adalah masalahnya, lain waktu kalau situasi yang sama muncul lagi, apa yang bisa Anda lakukan untuk membantunya mencapai tujuan positifnya dengan cara-cara yang berbeda – dan pada saat yang sama juga akan membantu Anda mencapai tujuan yang Anda inginkan?

Maret 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *