Penyebab Bisinis Gagal (Bag.4)

(lanjutan bulan November 2008)
Artikel ini lanjutan dari bulan sebelumnya jika belum membaca klik disini

 

Bisnis gagal karena lemah dalam keterampilan dan pemahaman manajemen arus kas.

Jangan lupa bahwa kas adalah raja.
Ada ‘mantra tua para bankir’ yang perlu dicermati:

Penjualan adalah kesombongan
Profit adalah kesehatan
Kas adalah kenyataan.

Kalau kekurangan dana bisa membuat bisnis anda kolaps, sebaliknya kelebihan modal bisa juga mengguncangkan bisnis anda. Bagaimana bisa?

Adalah hal yang biasa, kalau pebisnis kehilangan uang untuk beberapa bulan pertama dalam menjalankan roda bisnis serta dalam upayanya menggaet pelanggan. Namun pada titik tertentu, sebuah bisnis harus bisa beroperasi secara menguntungkan dengan konsisten. Orang yang memulai bisnis dengan modal terbatas biasanya dalam waktu cukup singkat menyadari bahwa bisnisnya bisa menghasilkan laba. Karena mereka tidak punya dana yang memadai, mereka harus segera melakukan penyesuaian, seperti menekan biaya atau meningkatkan penjualan untuk menghasilkan laba. Paling jelek, kalau bisnisnya memang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya mereka akan segera menghentikannya.

Sebaliknya, kalau seseorang memulai sebuah bisnis dengan dana yang berlimpah, bisnisnya akan tetap beroperasi walaupun merugi untuk beberapa bulan karena pemiliknya menggantungkan diri pada modal yang berlebih tersebut. Sang pemilik mungkin tidak merasa harus menekan biaya atau menambah penjualan, dan barangkali dengan enteng berpikir bahwa bisnisnya hanya butuh sedikit tambahan waktu untuk bisa menggelinding. Kalau bisnisnya akhirnya benar-benar gagal, maka kerugian, waktu serta harga diri yang dipertaruhkan juga lebih besar dibandingkan dengan bisnis yang didanai dengan modal terbatas.

Bahaya kedua, bila modal awal berbisnis berlebih, maka struktur biaya umumnya akan berbanding lurus dengan uang yang dimilikinya. Contoh, kalau anda membuka sebuah butik sederhana bermodal Rp 2 milyar dari investor atau keluarga anda, ada kemungkinan anda akan menyewa ruang pamer di mal yang mahal, merekrut sales yang berpengalaman, membeli perangkat komputer mutakhir dan beriklan dengan bujet yang besar. Meskipun ini kedengarannya menjanjikan, sekali bisnis dijalankan dan dua milyar ludes, anda dipaksa untuk menanggung biaya-biaya besar yang harus diimbangi dengan menjual produk-produk yang bermarjin besar agar bisnis tetap bisa berjalan. Sebaliknya, bila anda memulai dengan dana yang lebih sedikit, anda mungkin harus mencari ruang yang bisa disewa secara bulanan atau tiga bulanan, mula-mula merekrut karyawan paruh waktu untuk mengamati mana yang terbaik, membeli komputer bekas, dan mencari cara-cara murah untuk mengenalkan toko anda. Memakai pendekatan ini, anda benar-benar bisa fleksibel dan punya ruang untuk bermanuver dibandingkan dengan pebisnis yang bermodal lebih.

NLP tips:
Carilah buku yang relevan, ikuti training, dan cari bantuan bila diperlukan. Chunking lateral sangat membantu dalam menata keuangan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *