Penyebab Bisnis Gagal (Bag.5)

Artikel ini adalah lanjutan dari sebelumnya, jika belum membaca klik disini
(lanjutan bulan Maret 2009)

Bisnis gagal karena tidak memiliki pengalaman bisnis yang cukup atau bisnisnya tidak relevan dengan pengalaman berbisnis sebelumnya.

Frasa “tidak mengenali kelemahan atau mencari bantuan” sudah dibahas panjang lebar diatas, sedangkan kurangnya pengalaman bisnis artinya anda mengawali satu bisnis tanpa punya pengetahuan tentang apa yang diperlukan untuk mengawali sebuah bisnis.
Dengan kata lain ‘anda tidak tahu apa yang anda tidak tahu’ sehingga anda tidak meminta bantuan.

Meski anda bisa mencarinya di internet, lewat situs SBA misalnya, atau mencari di perpustakaan terdekat, anda tetap tidak tahu apa yang anda tidak ketahui. Mencari bantuan adalah salah satu solusinya.

Bantuan yang diperoleh lewat coaching, training, mentoring dan semacamnya mempunyai keuntungan ganda: memotong biaya dan menghemat pengeluaran pada setiap kesempatan, juga sebagai perpanjangan tangan anda. Dua hal yang perlu dimiliki pebisnis adalah kesederhanaan dan panjang akal atau kecerdikan. Keduanya merupakan keterampilan yang bisa dipelajari. Tidak semua orang punya pembawaan sederhana dan cerdik. Dengan keinginan besar serta lewat bantuan orang lain, mereka cepat atau lambat bisa menguasai kedua hal di atas. Dan pada akhirnya mereka akan mampu menyiasati biaya-biaya dengan cerdik dan seminimal mungkin.
Lewat bantuan orang pula teknik memotong biaya dan berhemat dalam setiap kesempatan mudah didapatkan. Beberapa penghematan yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan misalnya adalah:

Membeli software komputer yang open source ketimbang membeli paket program yang mahal;
Menulis atau berpartisipasi di blogs (internet) sebagai alternatif beriklan;
Memanfaatkan internet telepon ketimbang sambungan langsung jarak jauh;
Memakai software faksimili ketimbang membeli perangkat faksimili;
Membeli alat-alat kantor bekas ketimbang membeli baru;
Mengkoordinasikan pembelian dengan pebisnis lain;
Melakukan barter;
Menyewa peralatan ketimbang membelinya;
Memperoleh pembayaran dimuka dari pelanggannya;
Meminimalkan pengeluaran-pengeluaran pribadi;
Menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, seperti ruang kantor atau furnitur yang mewah;
Membeli barang-barang dengan murah namun hati-hati lewat toko diskon atau internet, ketimbang membeli di toko biasa.

Dalam memulai sebuah bisnis, ada dua benefit mengapa memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya bisa menjadi faktor keuntungan. Pertama, punya pemahaman yang cukup baik terhadap keterampilan khusus yang diperlukan . Bila anda jago dalam akunting atau tahu cara merekrut serta memimpin orang, keterampilan ini sangat bermanfaat dalam memulai dan mengembangkan bisnis anda. Benefit kedua adalah pengalaman berbisnis sebelumnya mempermudah menjalankan bisnis, karena pada situasi tertentu anda punya pengalaman praktis: mana hal-hal yang dulu biasanya bisa berjalan dengan baik dan mana yang tidak.

Namun memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya tidak selalu menjadi keuntungan buat seseorang. Bahkan bisa merugikan. Sebagai contoh, kalau anda sebelumnya bekerja di sebuah korporasi besar dan terbiasa dengan sumberdaya yang berlimpah maka akan sangat sulit buat anda untuk menjalankan bisnis dengan bujet ala kadarnya. Kalau sebelumnya anda terbiasa memakai peralatan yang super canggih dan kini harus beradaptasi menggunakan peralatan yang sederhana mungkin akan menjadi halangan serius buat anda.

NLP tips:
Belief system “The past does not equal the future” dan “If there is a will there is a way” perlu di re-install lewat cara submodalities shift. Gunakan ‘Change History Technique’ atau ‘Change Belief System’. Modeling bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *