Suara Sang Penghipnosis (Bag. 2)

Artikel ini lanjutan dari bulan sebelumnya jika belum membaca klik disini

 

Teknik Vokal

 

Nafas

Ketika lahir, nafas kita bersifat alami dan berdasarkan insting. Seorang bayi bernafas, berteriak dan menjerit dengan efek optimal karena mereka mengggunakan paru-parunya tanpa disadarinya. Saat kita tumbuh menjadi lebih tua, kita kehilangan hubungan antara nafas dengan tubuh. Secara tergesa-gesa pindah dari pikiran ke kata-kata dan hanya menggunakan bagian atas paru-paru, mengambil nafas dangkal, bukan nafas yang normal/alami. Bernafas untuk proses dalam trans Anda perlu membangun koneksi dengan tubuh Anda sendiri.

Cobalah eksperiman di bawah ini:

 

Nafas penuh yang lembut

Duduklah dengan tubuh tegak lurus; nyamankan diri Anda dengan kedua kaki menapak di lantai; tariklah napas dua atau tiga kali untuk merasa lebih rileks. Setiap kali Anda membuang nafas, buatlah sedikit lebih rileks lagi dan lanjutkan relaksasi ini.

Gigitlah setengah bibir bawah Anda dengan gigi seperti Anda akan mengucapkan konsonan “f”. Teruskan dengan menarik dan membuang nafas dari mulut Anda, biarkan udara keluar-masuk disertai bunyi “ffffff”. Saat Anda terus merasakan relaksasi kecil, sadari bahwa nafas Anda menggerakkan perut Anda keluar-masuk dan rasakan sensasi nafas Anda di bagian-bagian yang berbeda dari tubuh bagian bawah Anda.

Suara hipnosis diawali dari sini, yakni dari nafas yang terhubung dengan keberadaan Anda. Nikmati sensasi sentuhan nafas dengan diri Anda sendiri ini. Bunyi “f” mendorong Anda untuk memperlambat nafas; sekali Anda tahu bagaimana hal ini terasa, Anda juga dapat bernafas melalui hidung dengan perasaan yang hampir serupa/mirip.

Bernafas lembut dapat digunakan untuk mendorong klien agar merasa rileks dan memperdalam trans mereka. Caranya, mula-mula samakan (pacing) nafas Anda dengan nafasnya dan kemudian arahkan (leading) klien untuk bernafas lebih dalam lagi. Suara dan nafas dapat mengarahkan klien menjauh dari alam sadar (conscious) menuju kesadaran somatic sepenuhnya dan terhubung dengan bawah sadar (unconscious).

 

Nafas menjadi suara

Langkah berikutnya adalah mengeksplor suara-suara yang muncul dari nafas tubuh sepenuhnya (full body breath).

 

Suara-suara yang terhubung

Buatlah nafas Anda menjadi suara. Jangan pikirkan kata-kata; ekspresikan saja perasaan-perasaan dan sensasi-sensasi yang Anda rasakan. Saat Anda buang nafas, ekspresikan relaksasi sepenuhnya dengan bunyi “aaaaah”. Seberapa rileks yang bisa Anda rasakan?

 Tariklah nafas melalui hidung Anda dan bayangkan sebuah aroma yang enak. Ketika Anda buang nafas, ekspresikan perasaan senang dengan sebuah bunyi “mmm”. Main-mainlah dengan hal ini. Seberapa menyenangkankah suara tersebut? Ulangi tarik nafas, dan kali ini, ketika Anda buang nafas, ekspresikan perasaan Anda dalam beberapa kata.

Bayangkan sebuah tempat indah yang menenangkan; tarik nafas seiring dengan kenikmatannya, dan ketika buang nafas ucapkan secara perlahan kaitan Anda dengan tempat ini dan perasaan kedamaian Anda.

Bunyi suara harus muncul dari nafas dengan satu dorongan yang lancar. Kalau Anda merasakan sebuah ganjalan yang berkaitan dengan celah suara, tersedak atau pelepasan mendadak pada tenggorokan sebagai awal bunyi, kembalilah lagi untuk menarik udara disertai bunyi, dan kemudian dengan perlahan ubahlah menjadi suara yang dapat didengar.

 

Tempo

Kecepatan Anda berbicara tergantung pada nafas Anda. Kalau Anda ingin bisa berbicara dengan lambat dan lancar dengan menggunakan kalimat-kalimat yang lebih panjang, Anda harus bisa mengontrol/mengendalikan nafas Anda.

 

Membaca puisi secara perlahan

Salah satu latihan yang cukup bermanfaat adalah membaca puisi/pantun dengan perlahan dan penuh penjiwaan. Sebagai catatan, Anda hanya boleh bernafas pada ujung baris terakhir puisi tersebut, dan Anda harus mampu melakukannya tanpa kelelahan/ketegangan. Puisi-puisi Shakespeare atau Sapardi Djoko Damono ideal untuk latihan ini. Atau, Anda mungkin ingin mengambil puisi-puisi dengan kalimat-kalimat panjang – seperti puisinya WS Rendra atau TS Eliot?

Tidak apa-apa kalau awalnya Anda terengah-engah. Pokoknya, kumpulkan sebanyak mungkin udara, rasakan iramanya dan nikmati maknanya, maka kapasitas Anda akan meningkat dari waktu ke waktu.

 Setelah itu cobalah frasa-frasa panjang dari induksi trans, seperti misalnya:

“Saat Anda mendengarkan suara saya Anda akan merasa semakin rileks dan semakin dalam sementara Anda mulai memperhatikan sensasi-sensasi seperti misalnya tumpuan tangan pada paha Anda.”

 

Kadang ada juga saat-saat di mana Anda harus berbicara dengan nada lebih cepat, misalnya untuk menetralisir resistensi/penolakan klien. Anda perlu bernafas dengan baik pada saat Anda berbicara secara cepat, sama halnya ketika Anda berbicara dengan lambat. Ambil nafas dengan bebas dan berlatihlah untuk mengucapkan frasa-frasa panjang dengan nafas mengalir serupa ketika Anda berbicara secara lambat.

 

Penekanan

Untuk memberikan efek-efek terapeutikal tertentu, Erickson menggunakan nada yang berbeda-beda, kecepatan yang bervariasi, dan volume serta arah suara yang berlainan. Ketika Anda ingin kata dan frasa-frasa tertentu disimak secara subliminal (di bawah ambang kesadaran), Anda dapat menekankannya dengan berbagai macam cara, antara lain dengan cara:

  • membuat kata-kata tersebut lebih nyaring atau lebih beresonansi, tanpa ada efek berteriak
  • memperpanjang huruf hidup atau konsonan tertentu
  • membuat kata-kata tersebut lebih lembut
  • mengubah nada Anda
  • melakukan jeda (pause) sebelum atau setelah sebuah kata
  • mengubah alunan (pitch) ke atas atau ke bawah

 

a) Membuat kata lebih nyaring

Cara paling gamblang untuk menekankan adalah dengan membuat kata atau frasa tersebut sedikit lebih nyaring/keras dibandingkan keseluruhan konteksnya. Untuk melakukan ini dengan lancar Anda bisa membayangkan udara mengalir keluar lebih cepat pada frasa yang ingin Anda tekankan tersebut .

b) Memperpanjang vokal dan/atau konsonan

Salah satu cara menekankan sebuah kata mengalir dengan lancar adalah dengan memperpanjang konsonan/huruf mati yang bisa dipanjangkan, misalnya ff, hh, ll, mm, nn, rr, ss, vv, ww, yy, dan zz. Beberapa vokal/huruf hidup juga dapat dipanjangkan. Cobalah latihan di bawah ini:

 

Vokal dan konsonan-konsonan yang panjang

Ambillah sebuah kalimat – dari sebuah induksi trans – lalu perpanjang huruf hidup dan konsonan-konsonannya untuk menekankan kata-kata tertentu.

Contoh,

Rraa….sakann otot-otot Anda mmee..ngendurr pada saat Anda masuk trans yang llee..bihh ddaa…lamm sekarang… Nah, iitu di…..aa…”

Sekarang praktikkan huruf-huruf hidup dan konsonan-konsonan dalam puisi-puisi atau pantun yang Anda kenal.

 

 

………Artkel ini bersambung di bulan Desember  2019

 

 

 

Sumber :
Buku # 1  dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

 

Nopember  2019