Suara Sang Penghipnosis (Bag. 3)

Artikel ini lanjutan dari bulan sebelumnya jika belum membaca klik disini

 

c) Membuat kata-kata lebih tenang

Anda juga dapat menekankan sebuah kata atau frasa, dengan membuatnya menjadi lebih tenang/kalem dibandingkan dengan kata-kata di sekitarnya. Erickson sering menggunakan hal ini, terutama untuk kata-kata, “close your eyes” (“tutup mata Anda”). Anda butuh udara sebanyak Anda membutuhkan untuk mengucapkan kata dengan lebih keras. Anda juga bisa berbisik – hanya menggunakan udara, tanpa melibatkan suara vokal pita suara Anda sama sekali.

d) Jeda

Anda pun dapat menggarisbawahi (mark out) sebuah kata atau frasa dengan melakukan jeda (pause) sebelum atau setelahnya, atau keduanya. Cobalah hal berikut ini:

 

Jeda penuh

Ketika Anda melakukan jeda (pause) sebelum frasa penting tertentu, Anda tidak perlu memberikan tekanan khusus ketika tiba di frasa tersebut; karena hal itu akan terjadi dengan sendirinya. Misalnya,

“Dan saat Anda menyediakan waktu untuk masuk… ke dalam batin… Anda dapat mengalami betapa mudahnya ini…”

Anda bisa mempraktikkan latihan ini dengan fun dalam situasi keseharian: “Anak-anak, kalian mau makan apa? Makan nasi sama lauk atau kentang goreng atau …. salad? Perhatikan bagaimana mereka memilih salad tanpa mengetahui apa yang Anda perbuat!

Sebuah jeda setelah sebuah frasa memungkinkan pendengar punya waktu untuk menyerap apa yang baru saja Anda katakan, ketika Anda hening (diam) sesaat. Ambillah jeda setelah sebuah kata atau frasa, kalau Anda ingin masuk lebih dalam lagi ke dalam alam bawah sadar: “Hal ini akan memungkinkan Anda mendapatkan pelajaran yang mendalam… [jeda] ….

 

e) Mengubah nada

Anda juga dapat mengubah nada suara. Umumnya kita dapat mengubah nada dengan merasakan sebuah energi yang berbeda dalam diri kita. Misal: kalau Anda merasa welas asih dengan tulus, maka nada Anda akan kedengaran welas asih; kalau Anda bertekad, maka nada Anda cenderung beresonansi dalam dada dengan suara-suara yang jelas; ketika Anda merasa tenang dan damai, nada Anda pun akan sesuai. Erickson kadang mengubah nada dengan membuatnya semakin penuh nafas seperti orang setengah berbisik.

 

f) Mengubah alunan

Dan terakhir, Anda dapat membuat sebuah kata menjadi menonjol (stand out) dengan mengubah alunan, baik menjadi lebih tinggi maupun lebih rendah. Untuk mempraktikkan kemampuan ini, latihlah hal-hal di bawah ini:

 

Mempraktikkan Alunan

  • Lihatlah seberapa tinggi Anda bisa mengeluarkan suara Anda. Buatlah sebuah suara yang dengan cepat menjadi lebih tinggi dan lebih nyaring: “Toloooong!
  • Sekarang buatlah suara panjang yang berangsur-angsur berubah menjadi lebih dalam dan lebih samar berganti dari “A” ke “U”: Aduuuuuh!
  • Mainkan cerita “seakan-akan”. Berpura-puralah Anda sedang menceritakan sebuah cerita yang menina-bobokan: “Inilah peri kecil yang sedang berbicara dengan kalem…. tiba-tiba datanglah raksasa yang bersuara dengan nada mengaum… “
  • Sekarang ucapkan beberapa frasa trans yang menekankan perkataan-perkataan tertentu dengan mengalunkannya lebih tinggi atau lebih rendah. Contoh, “Dan sekarang Anda merasakan tangan Anda menjadi lebih ringan, bisakah Anda?” atau “Dan Anda dapat mengijinkan diri Anda dengan aman untuk masuk dalam trans yang lebih dalam.”
  • Anda harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh alunan rendah yang datangnya dari dalam tubuh Anda lewat perasaan adanya getaran (vibrasi), bukannya menekan suara ke bawah secara fisik karena bisa membuat cedera suara Anda – ini bukan yang Anda perlukan dalam sebuah induksi trans hipnosis!

 

g) Berbicara seperti Anda bernyanyi

Menekankan kata-kata dalam induksi trans kadang sering menjadi seperti suara musikal. Itulah sebabnya mengapa sangat bermanfaat untuk menyanyikan sebuah frasa dan kemudian mengucapkannya dengan cara yang mirip/serupa. Contoh terbaik adalah lagu-lagu Ebiet G. Ade atau Trio Bimbo.

 

Mempraktikkan percakapan yang dinyanyikan

Tuliskan teks lagu “Berita Kepada Kawan” Ebiet G. Ade dan nyanyikan lagu tersebut. Ulangilah mengucapkan frasa demi frasa lagu tersebut dengan ritme dan alunan yang mirip seperti bernyanyi. Sekarang cobalah proses yang sama terhadap frasa “Tidurlah” atau frasa-frasa lainnya. Anda akan mendapatkan kata-kata yang diucapkan meregang dan Anda merasa terkoneksi dengan penyampaian Anda.

 

Modulasi (inflections) ke atas dan ke bawah

Kita telah membahas alunan dalam kaitannya dengan penekanan. Sekarang mari kita lihat akhir dari sebuah kalimat.

Modulasi suara naik (mengarah ke atas): Mengubah sebuah frasa menjadi sebuah pertanyaan. Ini bermanfaat ketika Anda menginginkan serangkaian tanggapan “ya” dari seorang klien, atau untuk memperlunak penolakan dari sebuah pernyataan, seperti ketika Anda menambahkan “ya kan?” atau “bukan?”

Modulasi suara turun (mengarah ke bawah): Mengubah kata-kata Anda menjadi sebuah perintah. Ini dapat meneguhkan apa pun pada tempatnya dengan sebuah perintah yang jelas.

Memvariasikan alunan pada akhir dari sebuah frasa dan kalimat dapat dikombinasikan untuk memberikan pesan ganda atau membuat disorientasi klien, sehingga menghasilkan efek-efek terapeutikal. Beberapa hal menarik bisa terjadi. Kalau Anda mengajukan pertanyaan dengan alunan ke bawah secara tak terduga di akhir kalimat, ini sebuah pertanyaan atau sebuah perintah, atau keduanya atau malah mungkin tidak satu pun dari keduanya?

 

Suara dan Koneksi

Teknik-teknik Anda seyogyanya tetap sebuah alat/wahana dan jangan pernah mengarahkan prosesnya sendiri. Suara Anda seharusnya merupakan resonansi – sebuah koneksi terus menerus antara diri Anda dan partner Anda. Suara seorang penghipnosis menjadi sebuah “instrumen untuk menyamakan vibrasi” yang “ditangkap” dengan cara tertentu oleh si klien dan terhubung dengan denyut kehidupannya. Erickson adalah contohnya. Ada sebuah koneksi dari lubuk hatinya yang terdalam dengan lubuk hati sang klien yang tercermin dalam suara Erickson yang alami. Suaranya datang dari batin yang memancar dari dalam tubuhnya. IA yang terdengar, bukan SUARANYA yang terdengar. Koneksi yang dirasakan dalam tubuhnya beresonansi dalam suaranya, dan Anda bisa mendengar variasi yang tidak terbatas dari keragaman nada dalam suaranya.

 

Voice Coach

Richard Bandler dan para NLPer lainnya mengatakan bahwa seyogyanya masing-masing orang punya voice coach. Teknik vokal/suara merupakan komponen penting dalam hipnosis maupun training secara umum, terutama bila suara normal Anda hanya punya sedikit sekali keragaman di dalamnya. Kadang orang punya hambatan-hambatan vokal yang cukup serius, misalnya: kekakuan tubuh, celah suara, pita suara, dan tentunya membutuhkan saran dari profesional yang mumpuni.

Pembelajaran yang lebih dalam (terutama lewat pakarnya) merupakan hal yang krusial. Sebuah perubahan dari keadaan (state) kesadaran Anda merupakan sebuah faktor kunci dalam conversational hypnosis. Anda akan menemukan bahwa pada saat Anda belajar mengubah keadaan – mengusir kecemasan dalam penampilan, kesadaran diri dan pemecahan masalah secara sadar, pada saat Anda mempercayai proses tersebut dan merasakan adanya koneksi – maka suara Anda akan terpancar lebih mudah dari sebuah tempat dari dalam diri Anda yang beresonansi dengan alam bawah sadar klien Anda dan memfasilitasi transformasi/perubahan yang menggembirakan serta memuaskan Anda berdua.

 

Selamat berlatih dan bersenang-senanglah dengan suara Anda!

 

 

 

Sumber :
Buku # 1  dari 3 buku terbaru RH Wiwoho yang terangkum dalam
Trilogi Pemimpin, Wanita dan Terapis.

Trilogi # 1 berjudul : Ketika Maju Salah Mundur pun Salah,
Trilogi # 2 : Terapi-terapi Kilat, dan
Trilogi # 3 : Sahabatku Bernama Takut.
Tersedia di toko buku terdekat.

 

Desember  2019